Bupati Klaten Umumkan Status KLB untuk Insiden Keracunan Massal
banyak yang terimbas, hingga saat ini mencapai 110 orang
Klaten (BERITA HARIAN ONLINE) – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo telah mengumumkan status kejadian luar biasa (KLB) untuk insiden keracunan massal yang melanda Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno.
“Ini adalah kasus yang tidak biasa, namun telah ditangani sehingga masih dalam kendali,” ungkapnya saat meninjau lokasi keracunan massal di Klaten, Jawa Tengah, pada hari Selasa.
Dalam kegiatan tersebut, ia bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi insiden.
“Syukurlah, selama dua hari ini sudah ada posko di lokasi, banyak yang terimbas, hingga saat ini mencapai 110 orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sebagian dari korban dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan inap, sementara yang lainnya diperbolehkan pulang karena hanya mengalami gejala ringan.
Meski demikian, ada juga yang meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami gejala sesak napas.
“Kebetulan yang meninggal ini bukan bagian dari tamu undangan, beliau adalah ODGJ yang ikut menikmati sajian yang tersedia,” jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Hanung Sasmita, menyatakan bahwa status KLB telah resmi dicantumkan untuk insiden ini.
“BPBD telah turun sejak semalam, karena melibatkan banyak warga menjadi korban dan ada yang meninggal dunia,” ujarnya.
Ia berharap agar status ini dapat segera dicabut seiring dengan penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya, puluhan warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mengalami keracunan massal setelah menghadiri pentas wayang di RT 13/RW 04, Dukuh Bendungan, Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Syahruna, menjelaskan kronologi kejadian yaitu pada hari Sabtu (12/4) diadakan pentas wayang kulit dalam rangka halal bihalal di desa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa dalam acara tersebut terdapat hidangan yang dinikmati oleh seluruh warga yang datang.
Selanjutnya, pada hari Minggu (13/4), beberapa warga yang menghadiri acara tersebut mulai merasakan mual dan pusing.
“Namun belum secara bersamaan merasakan hal tersebut,” terangnya.
Pada hari Senin (14/4), semakin banyak warga yang merasakan mual dan pusing, hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke perangkat desa setempat.
Ia menambahkan bahwa untuk penyebab keracunan akan dilakukan pemeriksaan oleh Labfor Polri melalui Inafis Polres Klaten.
“Atas arahan Kapolres Klaten, akan dilakukan pemantauan lebih lanjut di lokasi RT tersebut,” tutupnya.







