DPRD Dorong Pemprov Optimalkan Sosialisasi Penanggulangan Stunting
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Ima Mahdiah, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar lebih maksimal dalam menangani masalah stunting dengan terus meningkatkan sosialisasi kepada warga di setiap wilayah.
“Kami meminta agar Posyandu, Posbindu, serta RT-RW lebih waspada terhadap keberadaan masyarakat yang mengalami stunting,” ujar Ima di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa penyebab stunting pada anak tidak hanya dimulai sejak kelahirannya, tetapi juga karena kelalaian orang tua yang tidak rutin melakukan pemeriksaan sejak masa kehamilan.
Selain itu, lanjutnya, lingkungan yang kumuh juga dapat memicu terjadinya stunting pada anak, seperti kurangnya akses air bersih dan belum tersedianya tangki septik di setiap rumah.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dalam penanganan stunting,” tegasnya.

Ima juga mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar lebih gencar dalam menyosialisasikan penanggulangan stunting di setiap wilayah DKI Jakarta.
Hal ini karena masih banyak warga yang enggan melaporkan ke Posyandu, RT, RW, dan Puskesmas saat anak mereka menunjukkan gejala stunting.
“Ada orang tua yang merasa malu membawa anaknya ke Posyandu karena stunting. Jadi mungkin diperlukan sosialisasi yang lebih intensif ke bawah,” tambahnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengingatkan bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak perencanaan kehamilan dan ini memerlukan pendekatan khusus.
Percepatan penanganan stunting menjadi salah satu rekomendasi program dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DKI Jakarta Tahun 2024.

Rano menekankan bahwa rekomendasi percepatan program penanggulangan stunting membutuhkan pendekatan khusus di berbagai wilayah.
“Dalam menangani stunting ini, kami akan bekerja sama dengan pusat-pusat kesehatan yang dekat dengan masyarakat sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan cermat dan optimal,” ujar Rano.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di DKI Jakarta mencapai 17,6 persen. Prevalensi tertinggi terdapat di Kota Jakarta Utara sebesar 19,7 persen.
Sementara itu, Jakarta Pusat memiliki prevalensi 19,1 persen, Kepulauan Seribu 18,6 persen, Jakarta Barat 17,1 persen, Jakarta Timur 16,8 persen, dan Jakarta Selatan sebesar 16,6 persen.









