Home / Berita / Duta Besar RI untuk Mesir: Pendidikan sebagai Gerbang Peradaban Manusia

Duta Besar RI untuk Mesir: Pendidikan sebagai Gerbang Peradaban Manusia

dubes ri untuk mesir pendidikan pintu masuk peradaban manusiawi

Duta Besar RI untuk Mesir: Pendidikan sebagai Gerbang Peradaban Manusia

Malang (BERITA HARIAN ONLINE) – Luthfi Rauf, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga merupakan gerbang menuju peradaban yang maju dan manusiawi.

“Dengan ilmu dan pendidikan, manusia memperoleh kunci untuk keluar dari kegelapan menuju pencerahan. Ilmu adalah pelita peradaban,” katanya di hadapan ribuan lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dome kampus tersebut, pada hari Kamis.

Bersama dengan jajaran KBRI Mesir dan tokoh-tokoh pendidikan nasional, Luthfi Rauf menyampaikan pesan strategis mengenai pentingnya pendidikan dalam menghadapi tantangan era global.

Lebih jauh, Luthfi mengungkapkan bahwa kemuliaan orang-orang yang berilmu telah ditegaskan dalam Al Quran surat Al-Mujadalah ayat 11. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi UMM sebagai institusi yang mengintegrasikan pendidikan umum dan agama dalam satu sistem yang terpadu.

Menurut Luthfi, UMM telah menjalankan amanat KH Ahmad Dahlan bahwa agama harus membawa kepada kemajuan, bukan kemunduran.

“Saya melihat pentingnya pendidikan Islam yang holistik, yaitu pendidikan yang menggabungkan aspek spiritual, moral, dan intelektual,” ujarnya.

Sistem pendidikan di UMM, lanjutnya, telah menjadi kekuatan nasional yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas tetapi juga berwawasan global. “Melalui lembaga seperti Muhammadiyah Australian College di Australia, kita membuktikan bahwa nilai-nilai Muhammadiyah relevan di kancah internasional,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menyinggung berbagai tantangan global, seperti persaingan geopolitik, perubahan iklim, dan revolusi teknologi digital.

Ia menekankan bahwa generasi muda, termasuk para lulusan UMM, harus memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan menjawab berbagai tantangan tersebut.

Ia berpesan bahwa sekarang adalah saat yang tepat bagi generasi muda untuk menjadi penggerak perubahan, bukan sekadar pengikut arus.

“Pentingnya membangun ekosistem ekonomi syariah dan literasi digital untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global. Saya berharap lulusan UMM tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku perubahan di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik, menyatakan bahwa UMM saat ini sedang mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinamis dan adaptif.

Konsep ini disebut sebagai scientific living organism, kelanjutan dari Center for Future of Work yang telah dirintis selama satu dekade. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan quadruplehelix agar lulusan mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.

Ia mengatakan UMM terus berkomitmen mengembangkan scientific living organism, sebuah ekosistem saintek berbasis kolaborasi antara kampus, industri, dan masyarakat.

“Saya harap lulusan dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut. Jadilah pembelajar sepanjang hayat dan agen perubahan di tengah masyarakat. Inilah makna kampus berdampak yang selalu kami gaungkan,” tutupnya.

Tag:

Category List

Social Icons