Peran Ekonomi Kreatif dan Budaya dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti peran penting ekonomi kreatif dan budaya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang perlu terus didukung.
“Ekonomi kreatif dan kebudayaan berperan signifikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” ujar Teuku Riefky Harsya dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.
Teuku Riefky menambahkan bahwa nilai-nilai budaya di Indonesia selaras dengan agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan bukan hanya untuk elite atau pemerintah pusat, namun juga melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dari seluruh latar belakang, lintas identitas, lintas generasi, dan lintas profesi, sehingga membuka ruang partisipasi.
Pada Rapat Kerja Nasional sekaligus Syukuran Hari Ulang Tahun ke-18 Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) yang diadakan di Jakarta, Senin (7/8), Menteri Ekraf melihat PSBI telah mendorong perkembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif, terutama budaya Batak dari Samosir.
“Ini sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo agar industri kreatif terus maju di Indonesia. Di mana budaya kuat, di situ potensi industri kreatif bisa lebih dikenal,” ungkap Menteri Ekraf.
Dia menegaskan siap bekerja sama dengan PSBI melalui penggunaan teknologi, inovasi, dan digitalisasi.
Dia menyatakan bahwa dengan kekayaan intelektual berbasis budaya, Kementerian Ekraf berharap budaya-budaya nusantara termasuk budaya Batak bisa menjadi alat diplomasi Indonesia di tingkat global.
“Kita bisa memaksimalkan melalui rantai nilai dari industri kreatif seperti tahapan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi. Misalnya, tahap kreasi awal memerlukan talenta yang perlu peningkatan keterampilan, distribusi bisa dilakukan secara online atau offline, dan pemasaran karya kreatif bisa menjangkau pasar nasional hingga internasional,” ujar Menteri Ekraf.
Di sisi lain, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang hadir berharap agar PSBI mampu mengintegrasikan budaya dengan ekonomi kreatif untuk mendorong kemajuan bangsa.
Dia berharap Menteri Ekraf dapat memotivasi masyarakat Samosir untuk mengembangkan aspek kreatifnya dengan keunggulan dan keunikannya.
“Keunggulan dan keunikan dapat ditonjolkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, termasuk masyarakat internasional. Apalagi PSBI memiliki DNA untuk membangun silaturahmi serta sinergi dan kolaborasi dengan berbagai kementerian,” kata Menko AHY.
Diketahui, PSBI adalah organisasi kekerabatan masyarakat Batak Simbolon yang beranggotakan ribuan keluarga dan aktif mempromosikan budaya Batak sejak 2006.
Organisasi kekerabatan seperti PSBI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjunjung tinggi akar budaya lokal dan mengemasnya dalam kegiatan yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menteri Ekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Direktur Kuliner, Andy Ruswar; dan Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala. Hadir pula Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu.









