Home / Ekonomi / Erick Thohir Tegaskan Dedikasi BUMN dalam Hilirisasi Energi Ramah Lingkungan

Erick Thohir Tegaskan Dedikasi BUMN dalam Hilirisasi Energi Ramah Lingkungan

erick thohir tegaskan komitmen bumn untuk hilirisasi energi hijau

Erick Thohir Tegaskan Dedikasi BUMN dalam Hilirisasi Energi Ramah Lingkungan

bukan hanya menambang dan mengekspor bahan mentah, namun juga mengembangkan industri dengan nilai tambah hingga produk akhir seperti baterai untuk kendaraan listrik

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan Kementerian BUMN berkomitmen untuk mendukung pengembangan hilirisasi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Ia menyatakan bahwa peletakan batu pertama Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi oleh Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Minggu (29/6), adalah proyek yang dikembangkan bersama antara Kementerian BUMN dengan Danantara melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).

“Presiden Prabowo Subianto secara konsisten mendorong BUMN untuk berperan strategis dalam hilirisasi industri, serta mendukung sepenuhnya transformasi menuju industri hijau, khususnya dalam industri baterai yang terintegrasi,” ujar Erick dalam pernyataannya di Jakarta, Senin.

Erick menjelaskan bahwa konsorsium BUMN di bawah Danantara akan memusatkan perhatian pada pengelolaan investasi dan operasionalisasi yang berkelanjutan.

Kementerian BUMN akan terus melaksanakan pengawasan dan penugasan pemerintah, berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perindustrian, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi melalui swasembada energi.

“Indonesia kini tidak lagi hanya berfokus pada menambang dan mengekspor bahan mentah, tetapi juga membangun industri bernilai tambah hingga menghasilkan produk akhir seperti baterai kendaraan listrik,” ujar Erick.

Proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi 5,9 miliar dolar Amerika Serikat.

Proyek ini akan membentuk rantai nilai industri domestik yang kuat, mulai dari penambangan nikel hingga produksi baterai dengan standar internasional.

Ia menambahkan, proyek pabrik baterai di Karawang tidak hanya akan memenuhi kebutuhan kendaraan listrik nasional tetapi juga menargetkan ekspor baterai berkualitas tinggi ke pasar global.

Di Karawang, pabrik sel baterai dengan kapasitas awal 6,9 GWh sedang dibangun dan akan diperluas hingga 15 GWh dalam lima tahun ke depan.

Pabrik ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 untuk melayani pasar kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, baik untuk domestik maupun ekspor.

Erick menekankan bahwa manfaat dari proyek strategis ini tidak hanya akan dirasakan oleh sektor industri tetapi juga oleh masyarakat sekitar, salah satunya melalui penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja tidak langsung lainnya, termasuk dari sektor pendukung seperti katering dan transportasi,” katanya.

Lebih lanjut, Erick menyatakan bahwa partisipasi mitra global seperti CATL, Brunp, dan Lygend dalam proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok internasional.

Menurut Erick, proyek ini bersifat strategis dan akan menjadi lompatan besar dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dengan terbangunnya ekosistem industri baterai kendaraan listrik ini, Erick berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat produksi dan inovasi teknologi hijau di kawasan Asia dan dunia.

Tag:

Category List

Social Icons