Home / Teknologi / Tanggapan FKBI Terhadap Perjanjian Pengelolaan Data Pribadi RI-AS

Tanggapan FKBI Terhadap Perjanjian Pengelolaan Data Pribadi RI-AS

fkbi tanggapi kesepakatan pengelolaan data pribadi antara ri dan as

Tanggapan FKBI Terhadap Perjanjian Pengelolaan Data Pribadi RI-AS

Perlindungan data pribadi merupakan hak mendasar konsumen. Transfer data antar negara tanpa jaminan setara dengan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) membawa risiko tinggi terhadap keamanan, privasi, dan kedaulatan digital masyarakat kita.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) memberikan tanggapan mengenai perjanjian pengelolaan data pribadi antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Ketua FKBI, Tulus Abadi, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Kamis mengatakan bahwa FKBI memahami adanya peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

FKBI juga setuju dengan berbagai pandangan dari berbagai sudut, bahwa dalam perjanjian dagang antara pemerintah Indonesia dan Amerika, terdapat banyak isu yang perlu diperhatikan, baik untuk kepentingan end user, petani, sektor UKM-UMKM, entitas BUMN, serta makroekonomi secara keseluruhan.

Menurutnya, perlindungan data pribadi adalah hak dasar konsumen, dan transfer data lintas negara tanpa jaminan setara dengan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) dapat menimbulkan risiko tinggi terhadap keamanan, privasi, dan kedaulatan digital masyarakat kita.

Salah satu kekhawatiran FKBI adalah adanya perlindungan data pribadi yang ternyata menjadi bagian penting dalam perjanjian perdagangan tersebut.

Oleh karena itu, FKBI menyatakan keprihatinan mendalam mengenai klausul pengelolaan data pribadi warga negara Indonesia oleh pihak AS dalam konteks Agreement on Reciprocal Trade.

FKBI menyarankan beberapa langkah konkret yang bisa diambil oleh konsumen, seperti memahami Kebijakan Privasi. Bacalah dan pahami kebijakan privasi setiap aplikasi atau layanan yang digunakan.

Konsumen berhak mengetahui terlebih dahulu klausul atau perjanjian bahwa data pribadinya akan dipindahkan ke server di Amerika dan memiliki opsi untuk tidak berpartisipasi dalam transfer data pribadinya ke Amerika.

Selain itu, aktifkan Autentikasi Multi-Faktor dengan menggunakan SMS, email, atau aplikasi autentikator untuk meningkatkan keamanan.

Gunakan Enkripsi dan VPN untuk mengakses layanan digital melalui jaringan pribadi virtual guna menyembunyikan lokasi dan mengenkripsi lalu lintas data Anda.

Batasi Izin Aplikasi dengan memeriksa dan menonaktifkan akses aplikasi yang tidak diperlukan ke kontak, lokasi, dan penyimpanan.

Rutin memantau Aktivitas Akun dengan memeriksa riwayat login, notifikasi perubahan profil, dan tagihan transaksi untuk mendeteksi kejanggalan sejak dini.

Segera laporkan insiden atau dugaan kebocoran data ke Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Lembaga Perlindungan Konsumen terdekat.

Tag:

Category List

Social Icons