Gubernur Jawa Timur Dukung Usulan Gelar Pahlawan untuk KH Yusuf Hasyim
Perjuangan dan keteladanan KH Yusuf Hasyim harus kita ikhtiarkan melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional
Surabaya (BERITA HARIAN ONLINE) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jatim dalam mengawal pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Muhammad Yusuf Hasyim atau yang dikenal sebagai Pak Ud.
“Perjuangan dan keteladanan KH Yusuf Hasyim harus kita ikhtiarkan melalui penganugerahan gelar Pahlawan Nasional. Insya Allah beliau memiliki posisi yang sangat kuat untuk diajukan,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Surabaya, Sabtu.
KH Muhammad Yusuf Hasyim adalah putra bungsu dari pendiri Nahdlatul Ulama dan Pahlawan Nasional Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
Sejak muda, beliau aktif dalam perjuangan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Laskar Hizbullah.
Beliau kemudian menjadi perwira TNI dengan pangkat Letnan Satu dan memimpin Kompi II dalam beberapa operasi militer hingga akhirnya mengundurkan diri pada 1956.
Setelah kembali ke dunia pesantren, Yusuf Hasyim memimpin Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang.
Di bawah kepemimpinannya, Tebuireng menjadi pelopor dalam mengintegrasikan pendidikan agama dan umum. Ia dikenal sebagai tokoh yang memodernisasi pesantren tanpa meninggalkan tradisi keulamaan.
Pak Ud juga merupakan komandan pertama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBNU periode 1967–1971, masa penting konsolidasi NU setelah Orde Lama.
“Beliau adalah contoh nyata ulama pejuang. Tidak hanya berdakwah, tetapi juga terjun langsung di medan tempur. Keteladanan ini harus diabadikan,” kata Khofifah.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa berkas pengusulan gelar pahlawan sudah lengkap dan saat ini dalam proses verifikasi oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial RI.
“Kami optimistis proses berjalan lancar. Seluruh dokumen telah disusun dengan komprehensif. Semoga tahun ini bisa ditetapkan,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim, yang menilai bahwa pengusulan telah melalui kajian ilmiah, historis, dan administratif oleh tim khusus.
Menurut KH Asep, gelar Pahlawan Nasional untuk Yusuf Hasyim penting tidak hanya bagi NU, tetapi juga bangsa Indonesia agar semangat perjuangan dan nasionalisme berbasis keislaman terus hidup dan menginspirasi generasi muda.
“Kita doakan dan kawal bersama. Insya Allah tahun ini Pak Ud ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” katanya.









