BMKG: Prediksi Cuaca di Kota Besar Indonesia Hari Ini
BMKG mengamati keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Laut Arafuru, yang menciptakan area konvergensi memanjang sampai ke Laut Banda dan bagian selatan Maluku.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Berdasarkan perkiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga disertai petir diperkirakan akan mengguyur sebagian besar kota besar di Indonesia pada hari ini, Kamis. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi yang dapat menyertai cuaca tersebut.
Prakirawati BMKG, Ranti Kurniati, dalam siaran langsung dari Jakarta, Kamis, menguraikan bahwa hujan dengan intensitas ringan, atau dengan curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam, diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palu, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, dan Jayapura.
Hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Kota Bandar Lampung, Bandung, Palangka Raya, Samarinda, Gorontalo, Nabire, dan Merauke. Sementara itu, Kota Mamuju diperkirakan mengalami hujan lebat dengan intensitas lebih dari 5,0 mm per jam.
Adapun untuk Kota Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado, dan Jayawijaya, diprediksi akan mengalami hujan yang disertai petir.
Sementara itu, Kota Surabaya, Kupang, dan Makassar diperkirakan akan berawan atau berkabut sepanjang hari dengan suhu antara 24 hingga 33 derajat Celcius.
Prakirawati BMKG menambahkan bahwa potensi hujan yang hampir merata di berbagai daerah ini dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer.
BMKG mengamati bahwa Bibit Siklon Tropis 97S tetap berada di Laut Arafuru, membentuk area konvergensi yang memanjang hingga Laut Banda dan bagian selatan Maluku.
Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia sebelah barat daya Banten dan Samudera Pasifik utara Sorong, serta daerah perlambatan angin dari Aceh hingga Laut Sulawesi dan pertemuan angin di Perairan barat Sumatera, Laut Sulawesi, Laut China Selatan, dan Perairan utara Papua hingga Halmahera Selatan.
Keadaan dinamika atmosfer ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan mempengaruhi tinggi gelombang laut di wilayah tersebut.
Masyarakat, khususnya pelaut dan nelayan, diimbau untuk waspada terhadap gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter karena peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot di Maluku dan Papua Barat.
BMKG juga memperkirakan potensi banjir ROB di Pesisir Karimun, Perairan Jawa Barat, Jawa Tengah, Kotabaru, Kalimantan Tengah, dan Perairan Sulawesi Utara.









