Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dukungan Hipmi Terhadap Penerapan BMAD
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anggawira, menyatakan dukungannya terhadap pemberlakuan tarif Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk menciptakan persaingan yang sehat antara produk lokal dan impor.
Dalam pernyataannya di Jakarta, pada hari Rabu, Anggawira menyebutkan bahwa produk tekstil impor dari China dan Vietnam dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan dengan produk tekstil lokal.
“Persaingan yang tidak seimbang ini sangat merugikan industri domestik, terutama pada sektor hulu yang padat modal dan tenaga kerja,” ungkap Anggawira.
Anggawira menyampaikan keprihatinan serius terhadap kondisi sektor hulu seperti produsen benang dan kain greige yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan akibat membanjirnya impor produk murah dari negara-negara seperti China dan Vietnam.
Produk-produk ini, lanjutnya, sering dijual dengan harga dumping, di bawah biaya produksi.
Anggawira menambahkan bahwa tidak adanya kenaikan tarif Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) bisa membuat pasar dalam negeri dibanjiri produk impor murah, yang pada akhirnya dapat menekan industri hulu tekstil nasional.
Industri hulu ini memiliki peran penting sebagai penyedia bahan baku utama bagi sektor hilir. Tekanan terhadap sektor ini dapat menyebabkan penurunan tingkat penggunaan mesin pabrik, pemutusan hubungan kerja massal, hingga deindustrialisasi.
“Jika sektor hulu tekstil mati, sektor hilir akan terhenti. Jika pabrik-pabrik hulu tutup, ribuan pekerja akan kehilangan pekerjaan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa dampak dari kebijakan tarif BMAD tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga strategis, karena mempengaruhi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.
Sebelumnya, Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) juga telah mengajukan usulan kenaikan tarif minimal 20 persen dengan memperhatikan keseimbangan sektor hulu dan hilir.
Mereka meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan BMAD dengan menekankan prinsip keseimbangan industri.







