Home / Ekonomi / IHSG Turun 7,90 Persen Akibat Kekhawatiran Tarif Impor AS

IHSG Turun 7,90 Persen Akibat Kekhawatiran Tarif Impor AS

ihsg ditutup melemah 790 persen dipicu kekhawatiran tarif trump

IHSG Merosot 7,90 Persen Karena Kekhawatiran Tarif Impor AS

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada penutupan Selasa sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat (AS).

IHSG menurun 514,48 poin atau 7,90 persen, berakhir di level 5.996,14. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari saham-saham unggulan turun 66,74 poin atau 9,09 persen ke level 677,77.

“IHSG terkena trading halt. Pasar dikejutkan oleh keputusan pemerintah AS yang mengumumkan kebijakan tarif impor baru pada Rabu (02/04), yang mana Indonesia dikenakan tarif sebesar 32 persen,” kata Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, di Jakarta, Selasa.

Maximilianus menjelaskan bahwa keputusan tarif impor AS memicu kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi global yang dapat berdampak pada ekonomi domestik, termasuk potensi pemutusan hubungan pekerjaan.

Pelaku pasar menantikan hasil negosiasi serta respons pemerintah terkait dinamika tarif resiprokal oleh AS, yang diharapkan dapat meredakan kecemasan pasar.

Sentimen pasar mulai membaik setelah Trump menyatakan niatnya untuk terlibat dalam diskusi perdagangan dengan mitra utama, yang memicu harapan akan penurunan ketegangan perdagangan global.

Namun, ketegangan perdagangan AS dengan China tetap tinggi setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen pada impor dari China.

China menanggapi dengan janji pembalasan lebih lanjut, memperingatkan akan berjuang hingga akhir untuk melindungi kepentingannya. China mengumumkan tarif sebesar 34 persen pada semua impor dari AS mulai Kamis, mencerminkan langkah terbaru Washington.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah dan terus bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama dan berlanjut hingga sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami penurunan, dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 11,12 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan barang konsumen non-primer yang masing-masing turun sebesar 10,18 persen dan 8,80 persen.

Saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar antara lain SOSS, CTBN, NETV, IPAC, dan LINKJ. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah MTFN, PANI, INCO, AREA, dan RAJA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.423.900 kali transaksi dengan 22,33 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp20,97 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 710 saham turun, dan 215 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Di bursa saham regional Asia sore ini, Indeks Nikkei naik 1.876,00 poin atau 0,60 persen ke 37.799,97, indeks Shanghai naik 48,97 poin atau 1,58 persen ke 3.145,55, indeks Kuala Lumpur naik 0,24 persen atau 0,02 poin ke 1.443,73, dan indeks Straits Times naik 71,03 poin atau 2,01 persen ke 3.469,57.

Tag:

Category List

Social Icons