Home / Ekonomi / IHSG Berakhir Menurun di Tengah Ketegangan Timur Tengah

IHSG Berakhir Menurun di Tengah Ketegangan Timur Tengah

ihsg ditutup melemah seiring pasar cermati tensi di timur tengah

IHSG Berakhir Menurun di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada Kamis sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah dengan para pelaku pasar mencermati ketegangan geopolitik yang meningkat di wilayah Timur Tengah.

IHSG berakhir turun 139,15 poin atau 1,96 persen ke level 6.968,64. Sementara itu, indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham terkemuka, turun 17,95 poin atau 2,26 persen ke 774,81.

“IHSG dan bursa regional Asia menunjukkan pelemahan akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap meningkatnya konflik antara Israel dan Iran,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus di Jakarta, Kamis.

Dilaporkan bahwa Amerika Serikat sedang bersiap untuk kemungkinan serangan terhadap Iran, yang menambah kekhawatiran akan ketidakstabilan regional yang lebih luas dan keterlibatan AS yang lebih dalam.

Ini terjadi seiring AS mempertimbangkan kemungkinan konflik langsung dengan Iran. Pejabat senior AS tengah mempersiapkan potensi serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk membahas konflik antara Iran dan Israel, serta mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan dalam serangan militer Israel terhadap Iran.

Situasi ini berpotensi meningkatkan ketegangan internasional dan eskalasi konflik yang dapat membawa kerugian besar serta berdampak pada stabilitas regional dan hubungan diplomatik AS dengan negara-negara lain.

Sementara itu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat 4,25-4,50 persen. Pasar menilai keputusan ini setelah memperhatikan dampak inflasi dari tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Ketua The Fed, Jerome Powell, memperingatkan tentang inflasi yang mungkin signifikan di masa depan, dengan kenaikan tarif perdagangan yang berpotensi meningkatkan harga dan menambahkan bahwa dampak inflasi bisa lebih lama. Ketidakpastian tarif ini memperumit upaya bank sentral untuk melonggarkan kebijakan.

Dibuka melemah, IHSG bertahan di zona negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di area merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan, dengan penurunan terdalam di sektor barang baku sebesar 3,98 persen, diikuti sektor transportasi & logistik serta sektor energi dengan penurunan masing-masing 3,58 persen dan 1,74 persen.

Saham-saham seperti CSIS, LABA, NZIA, PTMR, dan BALI mencatat penguatan terbesar. Sementara saham-saham seperti OBAT, CBUT, MBSS, IOTF, dan KOPI mengalami pelemahan terbesar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.453.227 kali transaksi dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 24,90 miliar lembar saham senilai Rp13,96 triliun. Tercatat 92 saham naik, 571 saham menurun, dan 139 saham tidak bergerak.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei naik 256,17 poin atau 0,67 persen ke 38.567,50, indeks Hang Seng turun 80,69 poin atau 0,53 persen ke 23.980,48, indeks Shanghai naik 1,32 poin atau 0,04 persen ke 3.387,78, dan indeks Strait Times melemah 22,18 poin atau 0,57 persen ke 3.930,64.

Tag:

Category List

Social Icons