Home / Ekonomi / IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Dagang AS

IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Dagang AS

ihsg ditutup menguat di tengah wait and see kebijakan dagang as

IHSG Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Dagang AS

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kenaikan, sementara para pelaku pasar bersiap untuk menunggu dan melihat dampak kebijakan perdagangan Amerika Serikat, menjelang tenggat waktu penerapan tarif timbal balik pada 9 Juli 2025.

IHSG ditutup naik 35,74 poin atau 0,52 persen ke level 6.900,93. Sedangkan indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, meningkat 3,99 poin atau 0,52 persen ke posisi 767,50.

“Indeks saham di Asia pada sore ini menunjukkan hasil yang beragam dengan kecenderungan melemah, disebabkan kebingungan karena pejabat Amerika Serikat menyarankan penundaan tarif namun tidak memberikan rincian perubahan,” ungkap Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dalam analisisnya di Jakarta, Senin.

Dari luar negeri, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif timbal balik yang pertama kali diumumkan pada April 2025 akan diberlakukan pada 1 Agustus 2025 bagi negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dagang dengan AS, bukan pada 9 Juli 2025.

Pada Minggu (06/07), Trump menyatakan bahwa Amerika hampir menyelesaikan beberapa perjanjian dagang dalam beberapa hari mendatang dan akan mengumumkan tarif yang lebih tinggi kepada negara-negara lain paling lambat 9 Juli 2025, dengan kenaikan tarif mulai berlaku 1 Agustus 2025.

Secara terpisah, Trump mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen akan dikenakan kepada negara-negara yang mendukung kebijakan anti Amerika, seperti BRICS, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pengumuman ini disampaikan saat negara-negara berkembang yang tergabung dalam BRICS berkumpul di Rio de Janeiro, Brasil, untuk menghadiri pertemuan puncak selama dua hari.

Di sisi lain, para pemimpin negara-negara BRICS menyoroti kebijakan tarif perdagangan Trump dalam pernyataan bersama pada Minggu (07/07), dengan memberikan peringatan terhadap “tindakan proteksionis sepihak yang tidak dapat dibenarkan, termasuk peningkatan tarif timbal balik yang tidak pandang bulu.”

Tanpa menyebut Amerika Serikat, para pemimpin BRICS menyuarakan kekhawatiran serius mengenai munculnya tarif sepihak dan tindakan non-tarif yang mendistorsi perdagangan dan tidak konsisten dengan peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

IHSG yang dibuka melemah, bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona positif hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mengalami kenaikan, yaitu sektor barang konsumen non-primer naik 0,85 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 0,44 persen dan 0,20 persen.

Sementara itu, tujuh sektor mengalami koreksi, dengan sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,52 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun 0,46 persen dan 0,36 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar meliputi VICO, SHID, LABA, TRJA, dan VINS. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah CSMI, IOTF, INPS, YUPI, dan MFIN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 885.794 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,82 miliar lembar saham senilai Rp7,50 triliun. Sebanyak 257 saham naik, 309 saham menurun, dan 226 stagnan.

Pasar saham regional Asia sore ini menunjukkan indeks Nikkei turun 223,33 poin atau 0,56 persen ke 39.587,50, indeks Hang Seng turun 28,23 poin atau 0,12 persen ke 23.887,48, indeks Shanghai naik 0,81 poin atau 0,02 persen ke 3.473,78, dan indeks Strait Times naik 18,24 poin atau 0,45 persen ke 4.031,64.

Tag:

Category List

Social Icons