Home / Ekonomi / ISEAI: Ketidakpastian Ekonomi Dunia Tingkatkan Investasi Emas

ISEAI: Ketidakpastian Ekonomi Dunia Tingkatkan Investasi Emas

iseai ketidakpastian ekonomi global dorong investasi ke emas

ISEAI: Ketidakpastian Ekonomi Dunia Tingkatkan Investasi Emas

Ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada ekonomi domestik membuat prospek emas semakin baik

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Ronny P Sasmita, seorang ekonom dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), mengungkapkan bahwa ketidakpastian ekonomi global mendorong banyak pihak untuk memindahkan aset mereka ke emas sebagai investasi yang aman, stabil, dan minim risiko.

“Ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi ekonomi domestik membuat prospek emas semakin baik, dan memang aman,” ujar Ronny saat dihubungi BERITA HARIAN ONLINE di Jakarta, Kamis.

Ronny menyampaikan pendapat ini seiring dengan meningkatnya pembelian emas batangan oleh masyarakat setelah Lebaran 2025/Idul Fitri 1446 Hijriah, seperti di Padang, Jakarta, dan Jawa Barat.

Menurutnya, dalam kondisi ekonomi yang semakin tidak menentu, potensi stagnasi meningkat, dan peluang investasi semakin terlihat kecil. Investasi yang berisiko menjadi lebih berisiko karena ketidakpastian, sehingga masyarakat beralih ke emas.

Dalam dunia investasi, emas dikenal sebagai hard currency dan safe haven, instrumen yang paling diandalkan saat ketidakpastian ekonomi global maupun domestik meningkat.

Investor besar hingga bank sentral di berbagai negara cenderung memilih hard currency seperti emas ketika kondisi ekonomi tidak stabil, karena emas dianggap kuat, stabil, dan dapat menjaga nilai kekayaan.

Menurut Ronny, peralihan investasi ke emas adalah respons yang masuk akal terhadap ketidakpastian ekonomi baik di dalam negeri maupun internasional yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih instrumen keuangan.

Bagi masyarakat umum, Ronny menambahkan bahwa emas juga merupakan simbol status sosial, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran.

Dari sudut pandang investor ritel, peningkatan permintaan emas saat ini dapat dimengerti karena emas dianggap lebih aman dan nilainya tetap terjaga meski tidak langsung memberikan imbal hasil tinggi.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan ketidakpastian kebijakan ekonomi global akibat kebijakan tarif impor oleh Presiden AS Donald Trump membuat dolar juga tidak sepenuhnya stabil dan aman, sehingga memperkuat alasan masyarakat beralih dari rupiah ke emas sebagai lindung nilai.

Lebih lanjut, selama ketidakpastian ini belum mereda, prospek emas diprediksi akan semakin cerah karena dianggap sebagai final destination of investment atau tujuan akhir investasi manusia sepanjang sejarah.

Emas dianggap penyelamat terakhir ketika pilihan investasi lain tidak pasti, karena pergerakan harganya cenderung aman, lambat, dan relatif dapat diprediksi secara teknikal.

“Dalam sejarah ekonomi umat manusia, sejarah peradaban, dan sejarah ekonomi, emas hingga hari ini masih dianggap sebagai final destination of investment,” katanya.

Selain memiliki nilai fisik yang jelas, emas juga tetap dihargai sebagai barang mulia, yang bahkan jika tidak dijual sekalipun tetap diakui sebagai aset bernilai tinggi oleh masyarakat luas.

Karakter emas yang berisiko rendah dan stabil membuatnya tidak bisa langsung dibandingkan dengan saham atau aset finansial lain yang berisiko tinggi, karena tipe investornya pun berbeda.

“Meskipun harga emas turun, tetap dianggap sebagai the holy, barang mulia, komoditas berharga, jika disimpan, tetap diakui sebagai kekayaan yang nilainya tidak berkurang,” tutup Ronny.

Tag:

Category List

Social Icons