Serangan Israel Targetkan Situs Militer dan Permukiman di Iran
Istanbul (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada Jumat dini hari, Israel melancarkan serangan udara yang mengenai sejumlah target strategis serta militer di Iran, menewaskan beberapa komandan penting dan ilmuwan nuklir utama negara tersebut.
Menurut laporan media Iran, serangan tersebut menargetkan tempat tinggal beberapa komandan tinggi Angkatan Bersenjata Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta Fasilitas Pengayaan Uranium Natanz, fasilitas pengayaan utama di Iran.
Tempat tinggal para ilmuwan senior yang terlibat dalam program nuklir Iran juga menjadi sasaran.
Sistem Radar dan Pertahanan Udara Diserang
Salah satu target penting serangan Israel adalah situs radar Subashi di Provinsi Hamedan, bagian barat Iran, yang dikenal sebagai pusat radar strategis negara tersebut.
Selain itu, pusat militer dan radar di Provinsi Kermanshah serta fasilitas militer di Provinsi Lorestan juga diserang.
Di Tabriz, Barak Militer Seydava, sistem radar di sekitar kota, dan sejumlah lokasi strategis lainnya turut menjadi sasaran.
Sementara itu, di Provinsi Khuzestan yang kaya akan minyak di barat daya Iran, beberapa pusat penting termasuk gerbang perbatasan menuju Irak turut diserang.
Serangan udara Israel dimulai sekitar pukul 03.00 waktu setempat (23.30 GMT/06:30 WIB) dan menargetkan fasilitas militer, instalasi nuklir, serta kawasan permukiman, berdasarkan laporan media Iran.
Tiga Jenderal Top Iran Meninggal
Serangan ini mengakibatkan tewasnya tiga pejabat militer Iran, yakni Mayor Jenderal Mohammad Bagheri selaku Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Hossein Salami selaku Komandan IRGC, dan Jenderal Gholam Ali Rashid yang memimpin markas pusat militer Iran.
Beberapa ilmuwan nuklir terkemuka Iran juga dilaporkan tewas, termasuk Fereydoon Abbasi, Mohammad Mehdi Tehranchi, dan Abdolhamid Minoucher.
Abbasi, yang juga mantan anggota parlemen, sebelumnya selamat dari upaya pembunuhan pada tahun 2010.
Sumber: Anadolu









