Jawa Barat Gandeng AL untuk Pelestarian Ekosistem dan Pendidikan Karakter
Komitmen kami dalam kemitraan dengan TNI AL adalah memulihkan semua aliran sungai dari pegunungan ke laut, serta menghargai laut
Bandung (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (AL) untuk ikut serta dalam berbagai inisiatif mulai dari menjaga ekosistem laut dan sungai hingga pendidikan kejuruan kelautan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa kolaborasi antara Pemprov Jabar dan TNI AL ini merupakan langkah nyata dalam upaya pelestarian ekosistem sungai dan laut yang saling terhubung dari hulu ke hilir.
“Komitmen kami dalam kemitraan dengan TNI AL adalah memulihkan semua aliran sungai dari pegunungan ke laut, serta menghargai laut,” ungkap Dedi dalam sebuah pernyataan di Bandung, Kamis.
Dedi menjelaskan bahwa TNI AL akan dilibatkan dalam proses normalisasi dan pengawasan sungai untuk menjamin kelestariannya melalui patroli di sepanjang aliran sungai.
“Kami akan menghitung berapa panjang sungai dan jumlah personel TNI AL yang diperlukan untuk menjaga kelestariannya,” jelas Dedi.
Di laut, pemprov melalui Dinas Perhubungan Jabar berencana membangun landasan untuk pesawat kecil guna patroli laut, mitigasi bencana, dan evakuasi medis dalam situasi darurat seperti ibu hamil dan pasien “stroke” di daerah terpencil.
Pemprov Jabar juga berencana mendirikan sekolah-sekolah kelautan bagi generasi muda, khususnya anak-anak nelayan, dengan pendidikan gratis yang berfokus pada kejuruan kelautan.
“TNI AL akan dilibatkan dalam memberikan pendidikan dasar mengenai disiplin dan wawasan kebangsaan di SMA/SMK,” tambah Dedi.
Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muhammad Ali, menyebutkan bahwa cakupan kerja sama ini melibatkan pengelolaan wilayah pesisir dan maritim secara komprehensif.
“Kerja sama ini mencakup pemetaan dan mitigasi bencana, pengelolaan sampah di sungai dan pesisir, serta pendidikan masyarakat pesisir tentang kemaritiman,” kata Ali.
Program kolaborasi ini juga mencakup penanganan vegetasi mangrove dan kualitas air laut, normalisasi jalur pelayaran dan pelabuhan, serta perbaikan rumah tidak layak huni di wilayah pesisir hingga penataan kawasan kumuh secara terintegrasi.
Ali memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi model pengelolaan wilayah maritim yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ali.
Di luar kerja sama ini, Pemprov Jabar juga mendorong pengembangan teknologi perkapalan dan pengelolaan sumber daya kelautan, khususnya bagi pelajar.
Pemprov berencana melakukan penataan wilayah pesisir dan kebersihan pantai dengan menambah armada pengangkut sampah dan peralatan pengeruk untuk membersihkan pantai, serta penataan tempat pelelangan ikan agar tidak sembarangan.









