Penurunan 18 Persen Jumlah Hewan Kurban di Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi (BERITA HARIAN ONLINE) – Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, jumlah hewan kurban yang diperdagangkan di wilayah tersebut pada tahun 1446 H mengalami penurunan sebesar 18 persen dibandingkan tahun 1445 H, sesuai hasil pengamatan di lapangan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dwian Wahyudiharto, mengungkapkan bahwa penurunan ini mencapai 18 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 31.256 ekor.
Dwian menjelaskan bahwa terdapat 25.516 hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba yang diperjualbelikan di Kabupaten Bekasi menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Penurunan jumlah hewan kurban disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi masyarakat yang menurun dan kenaikan harga pakan.
“Faktor lainnya adalah biaya operasional hewan kurban serta persyaratan lalu lintas hewan yang lebih ketat,” tambahnya.
Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban di Kabupaten Bekasi telah melakukan pemeriksaan di 362 titik penjualan dari target 400 lokasi selama periode kurban tahun ini.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 29 ekor hewan tidak memenuhi syarat kesehatan dan syariat sehingga tidak layak dijadikan hewan kurban.
Sementara itu, 63 ekor hewan lainnya ditemukan memiliki gejala penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), orf, iritasi mata, bulu rontok, dan stres akibat transportasi.
Hewan-hewan ini disarankan untuk tidak dijual sebagai hewan kurban, dan diberikan perawatan berupa pemberian multivitamin.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan berkala untuk memastikan hewan kurban yang beredar sehat, bebas penyakit zoonosis, dan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilanjutkan hingga H+3 setelah Idul Adha, mencakup pemeriksaan ante mortem dan post mortem atau setelah pemotongan.
“Petugas juga akan memeriksa organ-organ penting seperti hati, paru, dan limpa, termasuk deteksi penyakit seperti cacing hati,” tambahnya.
Pihaknya juga memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli melalui penyuluhan langsung serta pemasangan spanduk yang memuat kriteria hewan kurban sehat, dengan harapan masyarakat lebih memahami cara memilih hewan kurban sesuai syariat Islam.
“Kami ingin memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi syariat Islam dan masyarakat lebih cerdas dalam memilih hewan kurban yang sehat,” katanya.
Dalam perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menerima satu ekor sapi dari Presiden Prabowo yang akan disembelih di masjid dekat kediaman Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Kecamatan Cikarang Selatan.





