KBRI Beijing Gelar Shalat Idul Fitri Bersama Ratusan WNI
Beijing – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar shalat Idul Fitri secara berjamaah bersama sekitar 400 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Beijing dan sekitarnya.
Shalat Id dipimpin oleh imam Fadhil Fawwaz Revano, mahasiswa University of International Business and Economics Beijing, dalam kondisi cuaca terang meski suhu cukup dingin, yaitu 6 derajat Celcius, dan dimulai pada pukul 09.05 waktu setempat di halaman KBRI pada Senin (31/3).
Takbir dan Tahmid
Sebelum shalat Id dilaksanakan, takbir dan tahmid dilantunkan secara hikmat oleh dua mahasiswa Indonesia, yaitu Alghar Husain Faruq Bil Adly, sejak pukul 08.00 waktu setempat.
Dalam khotbah Idul Fitri yang disampaikan khatib Ahmad Syifa Malahim, mahasiswa jenjang S3 di Beijing Institute of Technology, ditekankan bahwa bersyukur adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan.
“Bersyukur merupakan kata kunci untuk menemukan kebahagiaan, ikatan batin dan rasa syukur kepada Allah adalah kunci kebahagiaan. Manusia memang diciptakan untuk menemukan kebahagiaan, sayangnya meski mencari ke utara, timur, selatan, barat manusia malah menemukan penderitaan,” kata Syifa.
Kegagalan manusia menemukan kebahagiaan itu, menurut Syifa, setidaknya disebabkan lima penghalang.
Ucapan Selamat Idul Fitri
Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang sedang berada di Jakarta menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1446 Hijriah secara virtual.
“Semangat Idul Fitri kita rasakan bersama, refleksi dari kerinduan semua insan akan rekonsiliasi dan memulai lembaran baru. Lembaran baru ini akan mendukung langkah menyongsong masa depan bersama yang lebih cerah. Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” kata Dubes Djauhari bersama Ibu Wiwik Djauhari dalam video yang diputar lewat layar televisi.
Acara Shalat Id
Selesai shalat Id, para WNI bersalam-salaman dengan sesama WNI dan juga Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing, Parulian Silalahi, serta para staf di KBRI Beijing.
Setelahnya, KBRI Beijing juga menyediakan hidangan khas Idul Fitri ala Indonesia, seperti lontong sayur, opor ayam, rendang, sambal goreng hati. Panitia mempersiapkan 18 kilogram beras ketan untuk lontong dan 20 kilogram beras untuk nasi sebagai hidangan yang dimasak sejak Minggu (30/3).
Tidak ketinggalan sajian berupa kambing guling hingga jajanan pasar seperti lumpia, bolu, maupun kue siffon. Selain itu, disediakan juga sajian khas Beijing seperti bebek Peking.
WNI Di Beijing
Salah seorang WNI yang ikut shalat Id di KBRI, Wiwin, mengaku terkesan dengan suasana kekeluargaan di KBRI Beijing.
“Saat ini saya sedang belajar bahasa Mandarin selama 6 bulan di University of Science and Technology Beijing, jadi tidak bisa berlebaran di rumah, tapi syukurlah suasana di sini mengobati rasa kangen dengan suasana di rumah,” kata Wiwin yang datang ke KBRI Beijing bersama dengan 22 orang rekannya.









