Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Rekapitulasi Berita Humaniora Senin (12/5)
Beberapa berita humaniora yang signifikan terjadi pada hari Senin (12/5) dan dapat dibaca kembali untuk memulai hari Anda dengan informasi terkini.
Berita utama meliputi perayaan Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 dan insiden pemusnahan amunisi di Garut yang mengakibatkan korban jiwa.
1. Ribuan Umat Buddha Berarak dari Candi Mendut ke Borobudur
Ribuan umat Buddha bersama biksu berkumpul menjelang detik-detik Waisak 2569 BE, Senin, pukul 23.25.29 WIB, berarak dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Dirjen Bimas Buddha Kemenag, Supriyadi, menyatakan bahwa dalam prosesi ini, umat membawa api dharma dari Mrapen, Kabupaten Grobokan, dan air berkah dari Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung.
2. Gibran: Waisak Momen Memperkuat Kasih dan Toleransi
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak seluruh warga untuk menjadikan perayaan Waisak 2025 sebagai pengingat untuk memperkokoh nilai kasih, toleransi, dan kebijaksanaan.
“Selamat merayakan Hari Raya Waisak untuk seluruh umat Buddha di Indonesia. Semoga nilai kasih sayang, toleransi, dan kebijaksanaan dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun kehidupan harmonis dan damai,” ujarnya.
3. Menag: Waisak sebagai Kesempatan Menanam Kebajikan dan Perdamaian Dunia
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengucapkan selamat Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 kepada seluruh umat Buddha di Indonesia, menyatakan bahwa Waisak adalah saat menanam kebajikan dan menciptakan perdamaian dunia.
“Waisak merupakan momen suci memperingati tiga peristiwa besar dalam hidup Buddha Gautama. Nilai yang terkandung sangat relevan untuk kehidupan bersama, melampaui batas-batas iman dan budaya,” kata Nasaruddin Umar.
4. Kemdiktisaintek Mengedepankan Pendekatan Edukatif pada Kasus Mahasiswi ITB
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menekankan langkah edukatif dalam kasus penahanan mahasiswi ITB berinisial SSS, yang ditahan atas unggahan meme kepala negara dan kini penahanannya ditangguhkan.
“Kemdiktisaintek mendorong agar penyelesaian kasus ini mengutamakan pendekatan pembinaan dan edukasi. Kemdiktisaintek menilai bahwa proses klarifikasi dan bimbingan etis di lingkungan akademik lebih tepat untuk menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, dan kedewasaan dalam berekspresi,” tulis pernyataan resmi Kemdiktisaintek.
5. Korban Ledakan Amunisi di Garut Dirawat di RSUD Pameungpeuk
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat melaporkan 13 korban meninggal akibat ledakan pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, pada hari Senin, telah berada di RSUD Pameungpeuk.
“Jenazah 13 korban sudah berada di RSUD Pameungpeuk, Kabupaten Garut,” ungkap Kepala Dinkes Jawa Barat, R Vini Adiani Dewi.









