Home / Agama / Kemenag Melaporkan 1,6 Juta Pemudik Singgah di Program Masjid Ramah

Kemenag Melaporkan 1,6 Juta Pemudik Singgah di Program Masjid Ramah

kemenag catat program masjid ramah disinggahi 16 juta pemudik

Masjid Ramah Pemudik Menjadi Tempat Singgah 1,6 Juta Pemudik

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga menawarkan ruang untuk beristirahat, berbagi makanan, dan menenangkan diri selama perjalanan panjang

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menurut laporan dari Kementerian Agama, sebanyak 1.617.641 pemudik telah mengunjungi 8.710 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2025.

“Angka ini bukan sekadar statistik, namun menunjukkan bahwa masjid berperan sebagai rumah bersama di tengah mobilitas besar masyarakat. Masjid Ramah Pemudik menjadi simbol pelayanan keagamaan yang universal dan inklusif,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa.

Program Masjid Ramah Pemudik adalah tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri, yang mendorong agar masjid dan mushalla di sepanjang jalur mudik tetap buka selama 24 jam.

Menteri Nasaruddin Umar mengucapkan terima kasih kepada semua takmir masjid, masyarakat, dan jajaran Kemenag yang berkontribusi aktif dalam menyukseskan program ini.

Menurutnya, lebih dari satu setengah juta kunjungan ini mencerminkan solidaritas umat yang kuat dan kerja sama yang efektif dari berbagai pihak.

Menag berharap semangat melayani pemudik ini tidak hanya berhenti saat Lebaran, tetapi juga menjadi inspirasi untuk menjadikan masjid lebih inklusif sepanjang waktu.

“Kita dorong agar model pelayanan seperti ini menjadi budaya baru masjid di Indonesia,” tambahnya.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyatakan jumlah pemudik yang singgah menunjukkan partisipasi aktif masjid dalam memberikan kenyamanan bagi para musafir.

“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga menyediakan ruang istirahat, tempat berbagi makanan, bahkan tempat menenangkan diri di tengah perjalanan panjang. Ini adalah wujud nyata pelayanan keagamaan yang relevan,” ujar Abu Rokhmad.

Menurut data dari Kemenag, Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah pemudik singgah terbanyak, yaitu 321.439 orang di 1.002 masjid. Urutan berikutnya adalah provinsi Aceh (198.701 pemudik), Jawa Tengah (151.599), dan DI Yogyakarta (87.654).

Selanjutnya, terdapat Kalimantan Selatan (54.877), Kalimantan Barat (44.439), Jawa Timur (47.425), dan Sumatera Barat (6.901 pemudik). Selebihnya tersebar di berbagai provinsi lain seperti Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Riau.

Abu Rokhmad juga menyoroti bahwa sebanyak 96.904 orang terlibat dalam layanan ini, mulai dari KUA, pengurus masjid, remaja masjid, Penyuluh Agama Islam, madrasah, hingga jajaran Kemenag di seluruh Indonesia.

“Masjid Ramah Pemudik menyediakan fasilitas istirahat, takjil, toilet bersih, mushalla terpisah untuk laki-laki dan perempuan, serta layanan informasi dan medis ringan. Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara negara, umat, dan institusi keagamaan,” tuturnya.

Tag:

Category List

Social Icons