Kemitraan Kemenkop dan ITB untuk Menguatkan Koperasi Desa Merah Putih
Universitas harus kembali menjadi lembaga pemikir negara dan mengemban semangat dalam pengembangan koperasi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Koperasi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk merancang kebijakan pembangunan yang berbasiskan riset pengetahuan dan teknologi, dengan tujuan memperkuat program Koperasi Desa Merah Putih.
Dalam pertemuan bersama Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, di Bandung pada hari Kamis, Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa kolaborasi ini selaras dengan Peta Jalan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB), yang melibatkan institusi pendidikan tinggi dalam pembuatannya.
PPNSB dirancang dalam periode 1958-1969 di bawah pemerintahan Presiden Soekarno.
“Universitas harus kembali berperan sebagai lembaga pemikir negara dan bersemangat dalam mengembangkan koperasi, khususnya melalui Kopdes/Kel Merah Putih,” ujar Ferry melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.
Dalam pertemuan tersebut, Ferry membahas mengenai penerapan Undang-Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU Sisnasiptek) yang bertujuan mendorong industrialisasi berfokus pada kemakmuran desa dan pelestarian alam.
Ia menekankan bahwa industrialisasi harus membuka jalan ekonomi bagi masyarakat desa melalui koperasi desa, menjadikan desa sebagai pusat pembangunan dari hulu ke hilir, dengan desa dilibatkan sebagai pelaku usaha melalui koperasi desa.
Ferry menyatakan bahwa ide ini juga mengkritisi narasi yang membatasi industri di Indonesia untuk hanya mengutamakan industri hilir sumber daya mineral, yang dalam praktiknya seringkali ‘melupakan’ desa dan penduduknya.
“Pertemuan dengan ITB ini adalah langkah penting dalam mematangkan peta jalan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dibentuk berdasarkan kebijakan berbasis bukti dengan peran kampus sebagai pusat pemikiran negara,” katanya.
Saat ini, Kopdes Merah Putih telah ada di 80.367 desa, dengan 68.000 di antaranya sudah memiliki badan hukum.
Program ini bertujuan untuk membentuk 80 ribu Kopdes Merah Putih, dengan estimasi modal awal sebesar Rp3 miliar per koperasi, sehingga total investasi diperkirakan mencapai sekitar Rp250 triliun.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita BERITA HARIAN ONLINE.








