Kemandirian Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kemandirian dan swasembada energi sangat penting untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan namun harus didukung sumber daya dan implementasi di daerah
Surabaya (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan Surabaya sebagai model daerah untuk proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI), yang merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Jerman.
“Surabaya dipilih sebagai salah satu proyek percontohan dari SETI. Kami telah melakukan survei dan menetapkan kriteria untuk menentukan kota yang tepat menjadi proyek percontohan. Surabaya dan Batam terpilih,” ungkap Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misbakhun saat Kick-Off Implementasi Proyek SETI di Surabaya, Jawa Timur, Rabu.
Proyek SETI ini adalah kerjasama antara Indonesia dan Jerman dengan dukungan dana dari Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim yang bertujuan membangun ekosistem kelembagaan, regulasi, dan keuangan yang efektif.
Proyek yang akan berjalan selama lima tahun hingga 2028 ini memiliki empat output. Yang pertama, kebijakan transisi energi berkelanjutan yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti kajian, capacity building, serta sosialisasi dalam penyusunan kebijakan.
Output kedua ialah pendanaan transisi energi berkelanjutan, melibatkan opsi-opsi insentif dan inovasi transisi energi, serta mempertemukan lembaga pendanaan dengan pelaku usaha.
Output ketiga adalah pelaksanaan transisi energi dalam industri besi dan baja, tekstil, pulp and paper, serta kawasan industri seperti Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).
Untuk output keempat, fokus pada transisi energi di perkotaan dengan memanfaatkan sumber energi bersih yang tersedia untuk mendukung aktivitas di gedung dan melaksanakan efisiensi energi di sektor bangunan.
Andriah menegaskan bahwa pelaksanaan proyek SETI sejalan dengan amanat Presiden Prabowo yang menekankan dua hal utama di sektor energi yaitu ketahanan energi dan pengelolaan sumber daya alam untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemandirian dan swasembada energi sangat penting untuk mendukung pembangunan nasional berkelanjutan namun harus didukung sumber daya dan implementasi di daerah,” ujarnya.
Selain itu, implementasi proyek SETI juga mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam Nationally Determined Contribution (NDC) 2021 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,9 persen dengan upaya sendiri dan 43,2 persen pada 2030 dengan bantuan internasional.
Andriah menjelaskan bahwa sektor energi merupakan kontributor terbesar dalam mencapai target tersebut, sehingga ditargetkan untuk mengurangi sekitar 358 juta ton CO2 pada 2030 dengan upaya sendiri dan 446 juta ton CO2 dengan dukungan internasional.
“Kami telah menyiapkan beberapa strategi, dengan dua strategi utama yaitu implementasi energi terbarukan dan upaya efisiensi energi,” tambahnya.








