Kiat Menjaga Kesehatan Ibu Hamil di Cuaca Kemarau Basah
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Dr. Dewi Ratih Hendarto Putri, seorang ahli kebidanan dan kandungan, berbagi sejumlah tips agar ibu hamil dapat menjaga kesehatan selama menghadapi cuaca kemarau basah yang berpotensi menyebabkan penyakit.
Menurut dokter yang juga anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini, menjaga pola makan dan asupan cairan, serta kebiasaan menggunakan masker saat berada di luar, adalah langkah-langkah penting yang bisa dilakukan.
“Langkah pertama adalah mengonsumsi makanan seimbang berdasarkan prinsip my pregnancy plate, di mana 50 persen kebutuhan dipenuhi dari sayuran dan buah, 20 persen dari protein hewani dan nabati, dan 20 persen lainnya dari karbohidrat kompleks,” ujar dr. Ratih kepada BERITA HARIAN ONLINE, Senin.
Ibu hamil juga perlu minum cukup air, minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter sehari. Selain air, susu yang kaya kalsium bisa menjadi tambahan asupan cairan.
Agar kesehatan terjaga di tengah perubahan cuaca yang ekstrem, ibu hamil disarankan untuk memastikan aktivitas harian tidak terlalu melelahkan dan diimbangi dengan istirahat yang cukup.
“Ibu hamil sebaiknya mengukur sendiri seberapa banyak aktivitas yang bisa dilakukan tanpa kelelahan. Tidak ada patokan pasti, setiap ibu harus mengetahui batas kemampuannya,” imbuhnya.
Untuk menjaga kebugaran, ibu hamil dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, yang bisa dilakukan dua hingga tiga kali seminggu. Umumnya, aktivitas ini direkomendasikan bagi ibu hamil yang memasuki usia kehamilan lima hingga tujuh bulan. Namun, perlu diingat bahwa olahraga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu hamil.
Selain itu, ibu hamil sebaiknya menghindari tempat ramai untuk mencegah risiko penyebaran infeksi virus seperti flu dan batuk yang lebih tinggi di cuaca kemarau basah.
Jika harus beraktivitas di luar, terutama saat menggunakan transportasi umum, ibu hamil sebaiknya terbiasa memakai masker.
“Selalu gunakan masker, karena di cuaca ekstrem ini, banyak penyakit menular yang meningkat akibat virus dan bisa menyerang tidak hanya masyarakat umum tetapi juga ibu hamil,” ujar dr. Ratih, yang juga pendiri klinik kesehatan BumilQ.
Kemarau basah yang terjadi di Indonesia pada 2025 ini, menurut situs resmi Kementerian Kesehatan, dapat meningkatkan risiko kesehatan akibat penularan penyakit oleh virus dan bakteri karena kelembapan udara yang lebih tinggi dibandingkan kemarau biasa.







