Tips Menjaga Kebersihan Tubuh untuk Menghindari Infeksi Selama Menstruasi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Seorang dokter menekankan pentingnya menjaga kebersihan tubuh guna mencegah infeksi dan memastikan kesehatan secara keseluruhan selama periode menstruasi.
Menurut laporan dari Hindustan Times pada Minggu (1/6), dokter Manjusha Goel, seorang konsultan utama di bidang kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit CK Birla, India, mengungkapkan bahwa wanita yang sedang menstruasi sebaiknya mandi setiap hari.
“Mandi setiap hari umumnya memadai untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama periode menstruasi,” ujarnya.
“Kecuali jika mengalami pendarahan berat, kebocoran, atau sangat berkeringat, biasanya tidak perlu mandi lebih dari sekali sehari,” tambahnya.
Pada hari-hari dengan aliran darah yang lebih deras atau setelah beraktivitas fisik, ia menyarankan agar mandi di malam hari dapat menyegarkan tubuh serta mengurangi risiko bau dan iritasi.
Dokter Manjusha Goel menyarankan agar rutinitas kebersihan yang ideal selama menstruasi mencakup mandi air hangat sekali sehari.
Mandi air hangat tidak hanya menenangkan, tetapi juga dapat meningkatkan aliran darah sementara dengan melebarkan pembuluh darah.
Selama mandi, penting untuk membersihkan area genital luar menggunakan air atau sabun lembut yang tidak mengandung pewangi.
“Vagina membersihkan dirinya sendiri, jadi penggunaan sabun atau cairan pembersih internal dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan meningkatkan risiko iritasi atau infeksi,” jelas dokter Manjusha Goel.
Penting untuk menerapkan teknik menyeka yang tepat dalam menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi.
Menyeka area genital dari depan ke belakang dapat membantu mencegah penyebaran bakteri ke saluran kemih.
Dokter juga menyarankan agar menjaga kebersihan selama menstruasi meliputi penggantian pembalut setiap empat hingga enam jam.
Selain itu, wanita selama menstruasi disarankan mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan penyerap keringat untuk mencegah peningkatan kelembapan yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan memicu infeksi.









