KLH Dukung Pengelolaan Fasilitas Pemulihan Material oleh Masyarakat
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memberikan dukungan agar fasilitas pemulihan material, atau material recovery facility sebagai elemen dari proses daur ulang, bisa dikelola oleh masyarakat guna memastikan kelancaran operasionalnya.
“Material recovery facility tersebut diharapkan dapat diserahkan secara bertahap kepada kelompok swadaya masyarakat. Jika ditangani oleh pemerintah daerah, tidak ada yang berhasil di seluruh negeri, karena tidak efektif jika dikelola secara official oleh pemda,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif setelah meninjau pengelolaan sampah di Sunter Muara, Jakarta Utara, Sabtu lalu.
Hanif menguraikan bahwa pengelolaan oleh masyarakat atau pihak swasta dapat menjamin manajemen yang lebih baik, karena pemilahan di fasilitas tersebut harus berjalan dengan baik untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Sementara bila ditangani oleh pemerintah daerah, ia mengkhawatirkan para petugas tidak dapat fokus. Meski tidak berhasil, para petugas akan tetap menerima gaji.
Usulan ini disampaikan Hanif saat melakukan pertemuan dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta serta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara pada hari itu juga.
Dalam kesempatan tersebut, Hanif juga meminta agar pihak Jakarta Utara, sebagai wilayah proyek percontohan pengelolaan sampah nasional, segera menyelesaikan implementasi peta jalan pengelolaan sampah di wilayah tersebut termasuk penegakan kewajiban pemilahan sampah.
“Secara singkat, progres sudah berjalan, tapi saya ingin ini lebih cepat, mengingat target pemerintah yang cukup berat,” tegasnya.
Menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPS), pengelolaan sampah baru tercapai 39,01 persen dan 343 tempat pemrosesan akhir (TPA) kemudian mendapatkan sanksi paksaan pemerintah agar dilakukan perbaikan.
Namun, menurut Hanif, di lain pihak, verifikasi lapangan oleh KLH/BPLH menunjukkan bahwa capaian pengelolaan sampah baru mencapai 9-10 persen.









