Home / Politik / Komisi IV DPR Menampung Masukan RUU Pangan dari Akademisi IPB

Komisi IV DPR Menampung Masukan RUU Pangan dari Akademisi IPB

komisi iv dpr serap aspirasi tentang ruu pangan dari akademisi ipb

Komisi IV DPR Menampung Masukan RUU Pangan dari Akademisi IPB

Pemerintah sebaiknya bersikap terbuka dan aktif dalam menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk riset pangan.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Melalui kunjungan kerja ke Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jawa Barat pada 8 Mei, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menerima masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan dari para akademisi.

Firman Soebagyo, Wakil Ketua Komisi IV DPR, menyatakan dalam keterangannya di Jakarta pada hari Sabtu bahwa kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto. Komisi IV sendiri fokus pada sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan.

“Tujuan kunjungan ini adalah untuk berdialog dan mendengar pandangan para guru besar, dosen, serta mahasiswa IPB mengenai revisi UU Pangan yang tengah dibahas di Komisi IV DPR,” ujar Firman yang juga anggota Panitia Kerja RUU Pangan.

Menurut Firman, pandangan dan saran yang diterima akan menjadi referensi penting bagi Panitia Kerja dalam menyusun naskah akademik dan draf RUU.

Diharapkan revisi ini akan menghasilkan undang-undang yang berkualitas dan mampu mengatasi tantangan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional di masa depan.

Selain itu, Firman menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah dan perguruan tinggi dalam riset dan kebijakan pangan.

Pemerintah harus bersikap terbuka dan aktif dalam menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk riset dalam bidang pangan.

“Hasil riset tersebut harus menjadi landasan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan, terutama terkait diversifikasi dan substitusi pangan,” kata Firman.

Firman menambahkan bahwa diskusi yang dibuka oleh Wakil Rektor IPB dan dihadiri oleh delapan profesor, dosen, serta mahasiswa berjalan dengan lancar dan penuh makna.

Selain RUU Pangan, diskusi juga mencakup isu penting lain seperti kedaulatan pangan, diversifikasi dan substitusi pangan, normalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam undang-undang dengan standar tertentu, transformasi peran Perum Bulog, serta upaya menjadikan ikan sebagai salah satu sumber utama gizi dan protein dalam program MBG.

Tag:

Category List

Social Icons