Home / Lingkungan / Kualitas Udara Jakarta Menempati Posisi Keenam Terburuk di Dunia pada Rabu Pagi

Kualitas Udara Jakarta Menempati Posisi Keenam Terburuk di Dunia pada Rabu Pagi

kualitas udara jakarta keenam terburuk di dunia pada rabu pagi

Kualitas Udara Jakarta Menempati Posisi Keenam Terburuk di Dunia pada Rabu Pagi

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Berdasarkan data dari situs pemantauan kualitas udara IQAir, kualitas udara di Jakarta berada pada posisi keenam terburuk di dunia pada Rabu pagi.

Pada pukul 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta tercatat pada angka 129, yang masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan kadar partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.

Delhi, India, menempati posisi teratas dengan kualitas udara terburuk di dunia, memiliki indeks pada angka 218, diikuti oleh Munchen, Jerman di posisi kedua dengan indeks 169, dan Bagdad, Iraq di posisi ketiga dengan indeks 139.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berencana mencontoh langkah-langkah kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam mengatasi polusi udara.

“Belajar dari kota lain, Bangkok memiliki 1.000 stasiun pemantau kualitas udara (SPKU), sedangkan Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU, meningkat dari sebelumnya hanya lima unit. Ke depannya, jumlah ini akan ditambah untuk memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan akurat,” ujar Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Selasa (18/3).

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan data dalam upaya sistematis memperbaiki kualitas udara.

Asep menjelaskan bahwa data tentang polusi udara perlu disampaikan dengan lebih terbuka agar intervensi dapat dilakukan lebih efektif.

Menurutnya, yang diperlukan adalah langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa dalam menangani pencemaran udara, bukan hanya intervensi sementara.

DLH DKI Jakarta berencana menambah 1.000 sensor kualitas udara yang berbiaya rendah untuk memperluas dan meningkatkan akurasi pemantauan.

Tag:

Category List

Social Icons