Menteri Agama: Penerapan Skema Murur dan Tanazul Resmi Dimulai pada Haji 2025
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengonfirmasi penerapan resmi skema murur dan tanazul dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2025.
“Pada tahun ini, kami memperkenalkan secara resmi penerapan murur dan tanazul,” ungkapnya saat menghadiri acara Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Jakarta Timur, Sabtu.
Murur adalah proses pergerakan jamaah haji dari Arafah melewati Muzdalifah sebelum menuju Mina pada puncak haji. Jamaah diberangkatkan dari Arafah setelah shalat Maghrib menuju Muzdalifah tanpa turun, dan langsung menuju Mina.
Penerapan sistematis murur pertama kali dilakukan pada pelaksanaan haji 2024. Inovasi ini berhasil mempercepat pergerakan jamaah dari Muzdalifah ke Mina, terutama bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
“Lalu, apa itu tanazul? Ini berarti jamaah tidak diwajibkan lagi menginap di tenda yang tersedia di Mina, tetapi dapat memilih menginap di hotel jika jarak ke kemah lebih jauh dibandingkan hotel. Perjalanan ke hotel hanya sekitar satu hingga 1,5 kilometer, sehingga tidur di hotel tentu lebih nyaman,” jelasnya.
Namun, Menag menegaskan bahwa skema tanazul tidak wajib bagi semua jamaah, tetapi diprioritaskan untuk jamaah lansia atau penyandang disabilitas.
“Jumlahnya mungkin sekitar 40 hingga 50 ribu jamaah, dan kita akan mengutamakan mereka yang memerlukan prioritas untuk melakukan tanazul. Sedangkan lainnya menjalani proses seperti biasa. Insyaallah, kami juga mempersiapkan beberapa perubahan,” tambahnya.
Menag juga menyampaikan bahwa pelayanan haji pada 2025 akan terus ditingkatkan, termasuk dalam penyediaan makanan atau katering.
“Kami berupaya menyajikan makanan yang sesuai dengan selera jamaah Indonesia dan belajar dari kelemahan pelaksanaan sebelumnya agar tidak terulang,” ujarnya.
Di sisi lain, terkait kendaraan dan akomodasi seperti bus antar jemput hingga hotel, berbagai antisipasi dan opsi turut disiapkan.
“Untuk bus pengantar jemput, kami memiliki antisipasi dan opsi tertentu. Kami selalu menyiapkan lebih dari satu strategi untuk menghadapi kemungkinan masalah. Mengenai hotel, mungkin ada yang lokasinya agak jauh, tetapi masih dalam batas 4,5 kilometer dari Masjidil Haram,” jelasnya.
Sementara itu, dalam hal transportasi udara, ia menegaskan bahwa Kemenag dan penyelenggara haji 2025 telah memastikan maskapai yang dipilih memenuhi standar internasional demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jamaah.
“Tentunya kami melibatkan maskapai-maskapai dengan standar internasional,” pungkasnya.








