Impor Tambahan dari AS Tak Akan Ganggu Swasembada Pangan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan bahwa penambahan impor beberapa komoditas pangan dari Amerika Serikat (AS) tidak akan mengganggu swasembada pangan di Indonesia.
Budi Santoso mengatakan, “Tidak akan mengganggu swasembada, sama sekali tidak ada, produknya pun berbeda,” saat ditemui di Pelataran Sarinah Jakarta, pada hari Minggu.
Dalam upaya bernegosiasi dengan AS, Indonesia berencana untuk meningkatkan impor komoditas pangan seperti gandum, kacang kedelai, dan susu kedelai yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan dalam negeri.
Menteri Budi menambahkan bahwa masyarakat hanya perlu menunggu proses negosiasi dengan AS yang saat ini tengah dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Kita tunggu saja, kemarin beliau (Airlangga) mengungkapkan bahwa dalam dua bulan harus selesai. Jadi kita tunggu saja, karena negosiasinya belum berjalan,” ujar Menteri Budi.
Untuk komoditas pangan yang akan diimpor, beliau belum dapat membeberkan informasi detail kepada publik, namun memastikan bahwa semuanya telah dipersiapkan dengan strategi yang matang.
“Dari pihak kami sudah mempersiapkan, saya belum bisa bicara sekarang, tetapi kami telah mempersiapkan semuanya termasuk strateginya,” kata Menteri Budi.
Sebelumnya, Menko Airlangga Hartarto juga menjamin bahwa rencana meningkatkan impor komoditas pangan dari AS tidak akan mempengaruhi program swasembada pangan.
Ia menjelaskan bahwa produk-produk yang akan dibeli dari AS seperti gandum, kacang kedelai, dan susu kedelai, adalah produk yang memang biasa diimpor oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Pemerintah Indonesia berencana menambah impor dari AS senilai 18-19 miliar dolar AS, sebagai bagian dari strategi negosiasi tarif resiprokal dengan Presiden AS Donald Trump.
Airlangga memastikan bahwa produk-produk yang akan dibeli adalah komoditas yang memang dibutuhkan dalam negeri dan tidak akan mengganggu produksi dalam negeri.
Selain itu, beberapa produk yang rutin diimpor dari AS adalah produk agrikultur seperti gandum dan kedelai.









