Mendagri: Fokus Kepala Daerah pada Pertumbuhan Ekonomi Sangat Penting
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa perhatian utama kepala daerah harus tertuju pada pertumbuhan ekonomi dalam menjalankan pemerintahan mereka.
“Kepala daerah harus menaruh perhatian besar pada angka pertumbuhan ekonomi, karena ini adalah indikator utama dari kerja mereka,” ujar Tito saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Pembahasan Strategi Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bahkan, peningkatan sekecil 1 persen bisa membawa perubahan signifikan jika disertai dengan pemerataan. Sebaliknya, pertumbuhan yang stagnan atau menurun dapat memperburuk kemiskinan dan masalah sosial lainnya seperti stunting.
“Jika pertumbuhan ekonomi negatif, daerah tersebut akan mundur. Kesenjangan ekonomi akan semakin lebar, jangan harap bisa menangani kemiskinan ekstrem jika ekonomi tidak tumbuh,” katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama, secara year-on-year (yoy), tercatat di angka 4,87 persen.
Tito menekankan bahwa Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen pada tahun 2029, dan ini harus didukung oleh seluruh kepala daerah.
Untuk mendukung data pertumbuhan ekonomi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap triwulan, pihak Kemendagri telah berkoordinasi untuk menyusun indikator proksi pertumbuhan ekonomi bulanan, mirip dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang digunakan sebagai proksi inflasi mingguan.
Dia juga menyoroti beberapa daerah yang tingkat pertumbuhan ekonominya di bawah rata-rata nasional dan mendorong daerah-daerah tersebut untuk segera mengambil tindakan nyata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah mereka.
Lebih lanjut, Kemendagri tengah menyusun strategi bersama kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, dengan mengambil pelajaran dari pendekatan sukses dalam pengendalian inflasi.
“Kita berusaha merumuskan strategi baru meniru keberhasilan pengendalian inflasi, meminta daerah untuk bergerak mendorong pertumbuhan ekonomi masing-masing,” tutup Tito.
Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono, serta Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nita Yulianis.
Sementara itu, pihak lain yang hadir secara virtual antara lain Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nawandaru Dwi Putra, Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Rini Andrida, dan pihak terkait lainnya.









