HNSI Berkomitmen Dukung Swasembada Pangan dan Program MBG
Pernyataan: Kehadiran kita semua menunjukkan kemitraan strategis dan komitmen nyata untuk berjuang bersama meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menegaskan kesiapan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan program swasembada pangan, Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dan makan bergizi gratis (MBG).
Hal ini disampaikan oleh HNSI saat merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 yang berlangsung di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta, pada hari Senin.
Ketua Panitia HUT HNSI ke-52, Agus Suherman, menegaskan bahwa HNSI siap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menjalankan program prioritas swasembada pangan.
“Kehadiran kita semua menunjukkan kemitraan strategis dan komitmen nyata untuk berjuang bersama meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Indonesia,” ujar Agus.
Agus menyatakan HNSI sebagai organisasi induk nelayan memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada negara untuk mewujudkan nelayan mandiri dan sejahtera, serta menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Menurut Agus, HNSI berfungsi sebagai penghubung antara tata kelola negara dan aspirasi nelayan.
Agus mengatakan di usia ke-52, HNSI telah matang secara organisasi. Oleh karena itu, ia memastikan jajaran dan kepengurusan HNSI akan terus berjuang bersama dalam melaksanakan program nyata dan strategis guna memperkuat posisi dan peran nelayan.
“Seperti amanah yang disampaikan Bapak Presiden, jika pangan sudah kuat, ketahanan lainnya dapat dicapai dengan lebih mudah. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan kami implementasikan dalam kerja nyata,” tambahnya.
Dalam perayaan HUT ke-52, HNSI juga meresmikan Koperasi Merah Putih Nelayan. Peluncuran ini menjadi bentuk dukungan nyata HNSI terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Diharapkan kehadiran KDMP akan mempermudah nelayan dalam mengakses pembiayaan usaha dan rantai bisnis pemasaran produk perikanan yang lebih efisien, sehingga keuntungan nelayan menjadi optimal,” ujar Agus.
Agus juga menegaskan HNSI mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sumber nutrisi ikan. HNSI berpartisipasi nyata dalam program MBG dengan ikan sebagai sumber nutrisi, yang juga mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.
“HNSI telah melaksanakan program MBG dengan ikan sebagai sumber nutrisi pada 13 Desember 2024, yang dilaksanakan serentak oleh DPD HNSI di seluruh Indonesia dengan lebih dari 10.000 anak nelayan sebagai penerima manfaat,” jelasnya.
Pada puncak perayaan HUT ke-52 ini, HNSI memberikan bantuan akses untuk mendapatkan perangkat Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (SPKP) atau Vessel Monitoring System (VMS), serta bantuan sarana penangkapan seperti coolbox, drum solar, dan basket.
HNSI juga melakukan ujicoba VMS yang diharapkan akan lebih efisien dan terjangkau bagi nelayan, bekerja sama dengan Guru Besar Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, M Nur, untuk mempertahankan kesegaran ikan hasil tangkapan dengan teknologi Box O’fish-box Storage Ozone For Fish (Ozon).
“Ini merupakan bentuk sinergi HNSI dengan pemerintah dan stakeholder perikanan untuk menjadikan pengelolaan perikanan tangkap nasional lebih maju dan berkelanjutan,” tutur Agus.
Terakhir, HNSI meluncurkan program Kartu Tanda Anggota (KTA) digital sebagai upaya memudahkan pendataan nelayan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir menyatakan bahwa nelayan adalah motor penggerak swasembada pangan nasional, dan program yang dijalankan sejalan dengan pemerintahan saat ini.
“Kami akan mengembangkan koperasi nelayan dengan target 10 ribu unit untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Tahun ini kami juga berupaya membangun kampung nelayan secara besar-besaran,” kata Zulkifli.
Dia menyampaikan bahwa pemerintah bersama HNSI akan bersinergi dalam menyukseskan program MBG.
“Kami akan mengembangkan protein terkait HNSI ini. Jadi, nanti Pak Herman Herry kita bisa bekerja sama. Kami juga akan membudidayakan ikan hingga 20 ribu hektare. Kami akan membangun udang dan budidaya ikan tangkap,” kata Menko Zulkifli.









