Menko Airlangga: Kesepakatan RI-China untuk Pengembangan Kawasan Industri di Batang dan Bintan
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kesepakatan penting yang dicapai antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu. Kesepakatan ini terkait kolaborasi kawasan industri di Indonesia, khususnya yang berlokasi di Batang, Jawa Tengah, dan Bintan, Kepulauan Riau.
Kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Menko Airlangga, mewakili pihak Indonesia, dan perwakilan dari Kementerian Perdagangan China serta Pemerintah Provinsi Fujian, menegaskan komitmen untuk memperpanjang kemitraan kawasan industri kedua negara (TCTP).
“Two Countries, Twin Parks (TCTP) yang kami jadwalkan akan didirikan di Batang, seluas 500 hektare, dan diharapkan menjadi Sichuan-nya Indonesia. Selain itu, akan ada juga di Bintan, di kawasan industri Bintan. Sedangkan di China terletak di Provinsi Fujian. Jadi, ada tiga kawasan industri yang dikerjasamakan,” jelas Menko Airlangga saat menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi Perdana Menteri China, Li Qiang, di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu. Presiden Prabowo dan PM Li turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.
TCTP adalah inisiatif yang dipelopori Pemerintah China untuk menjalin koneksi antara kawasan industri di China dengan kawasan industri di negara-negara mitra, salah satunya Indonesia.
Bagi Indonesia, Airlangga menegaskan bahwa kemitraan ini diharapkan dapat mengundang investasi.
“Tentu saja investasi diharapkan masuk, selain itu ada pula komitmen untuk memperkuat rantai pasok kedua negara,” tambah Airlangga.
Ia menambahkan, untuk proyek di Batang, nilai investasinya diperkirakan mencapai setidaknya 3 miliar dolar AS. Sedangkan untuk proyek di Bintan, nilai investasinya masih dalam tahap pembahasan.
“Dalam pembahasan teknis MoU, kami juga telah mempelajari berapa banyak tenaga kerja yang bisa diserap. Harapannya, lebih dari 100.000 orang dapat bekerja di Batang,” tambahnya.
Presiden Prabowo dan PM Li Qiang turut menyaksikan penandatanganan empat MoU dan delapan dokumen kerja sama antara Indonesia dan China.
Empat MoU yang diteken di hadapan Presiden Prabowo dan PM Li meliputi MoU mengenai pembentukan kerangka kerja sama untuk memfasilitasi transaksi bilateral dalam mata uang lokal antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China.
Selain itu, MoU mencakup kerja sama dalam kebijakan pembangunan ekonomi antara Dewan Ekonomi Nasional dan Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China, serta MoU tentang penguatan kemitraan ekonomi di bidang industri dan rantai pasok antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Perdagangan China.
Terakhir, MoU mengenai Two Countries, Two Parks antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan Kementerian Perdagangan China dan Pemerintah Provinsi Fujian.
Sementara itu, delapan dokumen kerja sama lainnya yang ditandatangani antara Indonesia dan China di Istana Merdeka meliputi kerja sama di sektor pariwisata, ekspor pertanian, pengobatan tradisional, pencegahan dan pengendalian TBC, kerja sama investasi Danantara dengan China Investment Corporation, serta kerja sama strategi bisnis antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan Kadin China untuk Indonesia.
Dua kerja sama lainnya adalah kolaborasi antara Perum LKBN BERITA HARIAN ONLINE, yang merupakan Kantor Berita Indonesia, dengan Xinhua News Agency, Kantor Berita China. Kemudian, kerja sama antara BERITA HARIAN ONLINE dengan China Media Group.








