Jakarta – Menteri Luar Negeri RI Sugiono Menyampaikan Rencana Evakuasi Warga Palestina di Gaza
Sugiono, Menteri Luar Negeri Indonesia, menegaskan bahwa rencana Indonesia untuk mengevakuasi warga Palestina dari Jalur Gaza akan dilakukan setelah kesepakatan dengan para pemimpin dunia, terutama di kawasan Timur Tengah, tercapai.
Sugiono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan konsultasi dengan para pemimpin di Timur Tengah selama kunjungannya ke lima negara, yaitu Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, untuk mendapatkan persetujuan semua pihak mengenai evakuasi sementara warga Palestina.
“Hasil konsultasi tersebut akan menjadi pertimbangan untuk keputusan akhir. Mekanisme yang diterapkan harus berdasarkan kesepakatan semua pihak. Jika ada yang tidak setuju, maka tidak akan ada kesepakatan,” ungkap Menlu Sugiono dalam keterangan pers di Ankara, Turki, Kamis malam waktu setempat.
Menlu menambahkan bahwa dalam kunjungan kenegaraannya, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengupayakan perdamaian dan bantuan kemanusiaan yang mendesak, termasuk evakuasi warga Palestina di Gaza yang mengalami luka, anak yatim, serta anak-anak yang mengalami trauma, dan pelajar Indonesia yang berada di sana.
Menlu Sugiono menekankan bahwa inisiatif Presiden Prabowo ini bukan untuk memindahkan warga Palestina ke Indonesia secara permanen, melainkan untuk menunjukkan kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap mereka yang menjadi korban.
Rencana evakuasi ini harus dilakukan secara sukarela dan harus mendapatkan persetujuan dari semua pihak, termasuk Pemerintah Palestina.
“Semua ini harus dilakukan secara sukarela dengan persetujuan dari semua pihak di Palestina. Kami siap memberikan bantuan jika diinginkan dan dibutuhkan, termasuk merawat korban luka, anak yatim, dan pelajar di Indonesia,” ungkap Menlu.
Menlu juga menyatakan bahwa solidaritas Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina tetap konsisten dan tidak berubah.
Presiden Prabowo ingin melakukan upaya lebih aktif dalam memberikan bantuan untuk menyelesaikan konflik dan mencari perdamaian di Palestina.
Sebelum kunjungannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap menampung sekitar 1.000 warga Palestina di Gaza untuk tahap awal, terutama mereka yang terluka, mengalami trauma, dan anak-anak yatim piatu.
“Kami siap mengirim pesawat untuk mengangkut mereka. Kami memperkirakan jumlahnya 1.000 untuk tahap pertama,” ujar Presiden saat konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu dini hari.









