Yogyakarta Jadi Lokasi Persiapan Sekolah Rakyat oleh Menteri Sosial
Yogyakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengamati kesiapan aset dan fasilitas kompleks pendidikan Tamansiswa di Kota Yogyakarta sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Wali Kota Yogya mengajak saya untuk meninjau aset Tamansiswa yang diusulkan menjadi bagian awal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Yogyakarta,” kata Menteri Sosial Saifullah yang ditemani Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di SMA Taman Madya IP Tamansiswa, Kota Yogyakarta, Sabtu.
Setelah kunjungan ini, kompleks fasilitas pendidikan tersebut akan disurvei oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menilai apakah sudah memenuhi syarat. Jika memenuhi kriteria, proses akan dilanjutkan ke tahap perencanaan anggaran.
“Surat penunjukan lokasi dari kami, kemudian Kementerian PU akan melakukan penilaian. Hasil survei akan dibahas dalam tim, jika layak, maka akan dilanjutkan dengan penghitungan rencana anggaran biaya (RAB),” jelas Gus Ipul, sapaan akrab Mensos ini.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan menggabungkan pendidikan formal dengan penguatan karakter, menggunakan sistem asrama sehingga berlangsung 24 jam. Program ini ditujukan untuk siswa dari keluarga miskin ekstrem atau desil 1 dan 2, mulai dari jenjang SD hingga SMA.
“Tidak ada tes akademik. Hanya ada tes kesehatan dan administrasi. Kemudian dilakukan pemetaan kemampuan. Karena latar belakang siswa berbeda-beda, akan dilakukan penyetaraan terlebih dahulu, baru kemudian proses pembelajaran dimulai,” tambahnya.
Ia menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 53 lokasi yang mulai direnovasi, sementara 80 lokasi lainnya dalam tahap survei. Jika 100 lokasi siap, Sekolah Rakyat dapat menampung lebih dari 10.000 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
“Kami masih berhati-hati dalam menyampaikan angka pasti. Karena ini memerlukan waktu dan tergantung pada prasarana yang ada,” kata dia.
Mengenai tenaga pendidik, Gus Ipul mengatakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sedang merekrut guru dan kepala sekolah.
“Saya mendapat informasi, sudah ada lebih dari 500 kepala sekolah yang terdata oleh Kemendikdasmen dan layak untuk menjadi kepala sekolah di lingkungan Sekolah Rakyat,” tambahnya.
Di sisi lain, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menilai Tamansiswa memiliki nilai historis dan fasilitas yang tepat untuk menjadi lokasi awal Sekolah Rakyat.
“Cikal bakal Sekolah Rakyat di Yogyakarta adalah Tamansiswa. Pendidikan di sini menekankan kecerdasan intelektual, keterampilan, serta karakter,” ujarnya.
Hasto menjelaskan bahwa lahan pendidikan di area tersebut cukup luas, mencapai lebih dari 5 hektare, memenuhi syarat minimal Sekolah Rakyat.
“Luasnya belum detail, angkanya belum dihitung, tetapi ada sekitar 5 hektare. Itu baru yang dimiliki oleh SMA, SMK, SMP, dan SD. Belum termasuk yang dimiliki oleh perguruan tinggi,” katanya.
Hasto berharap pelaksanaan Sekolah Rakyat di Tamansiswa dapat segera terwujud untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi warga miskin ekstrem di Kota Yogyakarta.
“Jika diizinkan, Sekolah Rakyat yang diidamkan Presiden di Kota Yogyakarta ini bisa segera terwujud, karena banyak siswa SD dari desil 1, juga SMP dan SMA dari desil 1 atau 2,” ujarnya.
Bahkan, Hasto berharap jika pemerintah pusat menyetujui aset Tamansiswa untuk digunakan, peluncuran Sekolah Rakyat oleh Presiden Prabowo dapat dilakukan di lokasi tersebut.
“Mungkin jika Pak Prabowo ingin meluncurkan Sekolah Rakyat, Tamansiswa sudah siap karena gurunya sudah lebih dari 100, meja dan kursi tersedia. Jika diakreditasi Insyaallah memenuhi syarat karena semua ruang sudah ada dan lengkap,” tutur Hasto Wardoyo.









