Home / Ekonomi / Menteri Pertanian: Pihak Asing Ingin Indonesia Terus Impor Beras

Menteri Pertanian: Pihak Asing Ingin Indonesia Terus Impor Beras

Menteri Pertanian: Pihak Asing Ingin Indonesia Terus Impor Beras

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan ada pihak-pihak dari luar negeri yang menginginkan Indonesia terus mengimpor beras dan tidak mencapai kemandirian pangan, terutama dalam produksi komoditas strategis tersebut.

“Sudah jelas ada negara-negara yang berharap agar Indonesia tetap mengimpor beras. Tidak ada satu negara pun di dunia, terutama eksportir, yang ingin Indonesia bisa mandiri,” ungkap Mentan di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional yang dihadiri 37 ribu Penyuluh Pertanian baik secara langsung maupun daring di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan ini disampaikan Mentan saat menanggapi pertanyaan media terkait pernyataan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam rapat tersebut, yang menyebutkan bahwa sebuah lembaga di Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam produksi pertanian Indonesia, khususnya beras.

Mentan mengonfirmasi informasi tersebut yang berasal dari lembaga bernama US Department of Agriculture (USDA).

“Kemarin kami mendapatkan informasi dari lembaga di Amerika Serikat, yaitu USDA, yang mengatakan bahwa produksi Indonesia meningkat tajam dan hal ini membuat eksportir dari negara lain merasa kecewa,” jelas Mentan.

Menurut Mentan, negara-negara eksportir beras berharap Indonesia tetap menjadi pasar impor, bukan negara yang dapat mencukupi kebutuhan pangannya sendiri.

Peningkatan produksi beras di Indonesia dinilai membuat sejumlah negara eksportir merasa kehilangan peluang ekspor ke Indonesia yang selama ini menjadi pasar utama mereka.

Sebelumnya, Mentan mengungkapkan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,18 juta ton di gudang Perum Bulog, jumlah tertinggi dalam 23 tahun terakhir dan bahkan sejak Indonesia merdeka.

Namun, menurut Mentan, fenomena ini adalah hal yang wajar dan normatif dalam perdagangan internasional karena negara-negara eksportir tentunya ingin mempertahankan pasar ekspor mereka, termasuk di sektor pangan.

“Eksportir ingin Indonesia tidak mencapai swasembada, kenapa? Karena kita adalah pasarnya. Itu pasti, itu normal, sangat normatif,” ujar Mentan.

B72A6828 2C04 4D15 B9B7 36B78766485F

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan semangat kepada 37 ribu Penyuluh Pertanian di halaman Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Sabtu (26/4/2025). BERITA HARIAN ONLINE/Harianto

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Nasional menyatakan bahwa lembaga dari Amerika Serikat mengungkapkan kondisi perberasan dunia, dengan Indonesia semakin kuat, sementara Thailand dan negara tetangga merasa kecewa.

Setiap tahun, menurut Wamentan, ada pihak-pihak yang berharap agar Indonesia terus mengimpor beras, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Namun, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, tahun ini Indonesia ditargetkan untuk tidak mengimpor beras, jagung, garam konsumsi dan gula konsumsi,” kata Wamentan.

Data dari BERITA HARIAN ONLINE menunjukkan bahwa Indonesia terakhir kali mengimpor beras dalam jumlah besar pada 2024.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hingga November 2024, Indonesia telah mengimpor sekitar 3,85 juta ton beras, naik 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Impor ini terutama berasal dari Thailand (1,19 juta ton), Vietnam (1,12 juta ton), dan Myanmar (642.000 ton).

Namun, pada awal 2025, pemerintah Indonesia mengumumkan rencana untuk tidak melakukan impor beras demi mendorong swasembada pangan.

Perum Bulog menargetkan pengadaan tiga juta ton beras dari produksi dalam negeri, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tag:

Category List

Social Icons