Home / Menteri Lingkungan Hidup Dorong Penggunaan Teknologi Tepat untuk Atasi Sampah

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Penggunaan Teknologi Tepat untuk Atasi Sampah

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Penggunaan Teknologi Tepat untuk Atasi Sampah

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Hanif Faisol, Menteri Lingkungan Hidup, menekankan perlunya pendalaman teknologi dalam menyelesaikan masalah sampah agar tidak menimbulkan isu baru seperti emisi dari insinerator yang tidak sesuai dengan kapasitas yang seharusnya.

“Dengan adanya 514 kabupaten/kota yang memiliki keragaman kompleksitas dalam penanganan sampahnya, tidak semua metode dan teknologi dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri LH sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif saat meresmikan Waste Crisis Center di Jakarta, Kamis.

Secara khusus, ia menyoroti bahwa masih banyak pihak yang belum memahami teknologi yang dapat digunakan untuk mengurangi timbulan sampah, termasuk yang aman untuk lingkungan dan kesehatan manusia.

Hanif memberikan contoh mengenai rencana penggunaan insinerator tanpa teknologi yang tepat sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah yang dapat menimbulkan masalah.

“Ada indikasi rencana penggunaan insinerator yang belum memiliki kapasitas yang tepat untuk melepaskan emisi gas buang. Hal ini sudah banyak beredar di masyarakat, dan kondisi ini menyimpulkan bahwa tidak semua birokrasi memahami cara efektif menangani sampah,” jelasnya.

Selain itu, penyesuaian teknologi harus dilakukan sesuai dengan lokasi penempatan yang tepat, serta diperlukan peningkatan sistem informasi dalam pengelolaan sampah yang membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait.

Oleh karena itu, Hanif mendorong semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak lainnya untuk memanfaatkan Waste Crisis Center demi mendapatkan masukan teknologi dan pendekatan yang tepat dalam menyelesaikan isu sampah di daerah masing-masing.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan praktik pengelolaan sampah, termasuk keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal, kepada KLH/BPLH melalui fasilitas tersebut.

“Jika ada masalah sampah, sekecil apapun, sebesar apapun, mohon untuk dikomunikasikan dengan Waste Crisis Center agar dapat dicarikan solusinya,” kata Hanif.

Data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, dari laporan 319 kabupaten/kota, dihasilkan 34,27 juta ton sampah. Pengurangan sampah baru mencapai sekitar 1,14 persen atau sekitar 390.278 ton, dan terdapat 14,46 juta ton sampah yang berhasil dikelola. Diperkirakan ada 19,8 juta ton sampah yang tidak terkelola dan berpotensi mencemari lingkungan.

Tag:

Category List

Social Icons