Home / Kesehatan / Merck Mengembangkan Akses Perawatan Kesuburan yang Berfokus pada Pasien

Merck Mengembangkan Akses Perawatan Kesuburan yang Berfokus pada Pasien

merck mendorong akses perawatan kesuburan berbasis pasien

Merck Memperluas Akses Perawatan Kesuburan Berorientasi Pasien

Merck memandang perawatan fertilitas di Indonesia sebagai solusi ampuh untuk menjaga rasio populasi sehat, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Merck, perusahaan teknologi kesehatan, berupaya memperluas akses perawatan kesuburan yang tidak hanya didasarkan pada pendekatan ilmiah, tetapi juga mengutamakan perhatian dan empati terhadap pasien.

“Merck melihat perawatan kesuburan di Indonesia sebagai solusi efektif dalam menjaga rasio populasi sehat yang dapat mendukung ekonomi,” ujar President Director PT Merck Tbk, Evie Yulin, dalam rilis pers yang diterima pada Rabu (30/7).

Merck berkomitmen tidak hanya menyediakan pengobatan berbasis teknologi Reproduksi Berbantu (ART), tetapi juga menekankan pendekatan berfokus pada pasien untuk meningkatkan pengalaman mereka selama menjalani program In Vitro Fertilization (IVF).

Untuk mendukung ini, Merck menyediakan berbagai alat bantu berbasis nilai, termasuk alat komunikasi untuk membantu tenaga medis menjelaskan prosedur IVF dan harapan kepada pasien dengan cara yang lebih jelas dan mudah dipahami.

Prof Dr dr Hendy Hendarto SpOG Subsp FER, Ketua PERFITRI (Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia), menekankan pentingnya layanan fertilitas yang lebih berfokus pada pasien atau sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.

“Bukan hanya tentang hasil klinis, tetapi juga bagaimana dokter membangun komunikasi empatik dan transparan dengan pasien. Keberhasilan IVF tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi, tetapi juga oleh rasa percaya, kenyamanan, dan dukungan emosional selama prosesnya,” jelas Hendy.

Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG Subsp FER MPH FRANZCOG (Hons) FICRM, Ketua Umum PP Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), menyatakan bahwa program bayi tabung di Indonesia telah mencapai standar yang setara dengan negara lain, namun tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesuburan di Indonesia.

“Dokter dan klinik di Indonesia telah membuktikan kredibilitas tinggi dalam menyediakan layanan ART berkualitas sesuai standar global. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini, agar lebih banyak pasangan dapat merasakan manfaat dan kesempatan untuk mewujudkan impian memiliki anak,” jelas Budi.

Merck juga berusaha meningkatkan akses pasien terhadap perawatan kesuburan melalui inisiatif inklusi asuransi, termasuk bermitra dengan pemangku kepentingan nasional dan penyedia asuransi swasta.

Dengan kolaborasi ini, bertujuan membantu mengatasi tantangan biaya, sehingga lebih banyak pasangan dapat mewujudkan impian memiliki anak tanpa beban finansial. Upaya ini juga merupakan bagian penting dari memperluas akses ke program fertilitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, sekitar 10-15 persen pasangan di Indonesia mengalami masalah infertilitas. Data World Population Prospects menunjukkan bahwa pada 1990, Total Fertility Rate (TFR) Indonesia berada di angka 3,10.

Seiring waktu, TFR menurun hingga mencapai 2,15 pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, angka kelahiran Indonesia telah berkurang 30,64 persen selama periode 1990-2022.

Dengan adanya komitmen teknologi reproduksi berbantuan dari Merck, pendiri komunitas Endometriosis Indonesia, Wenny Aurelia, berharap klinik dan penyedia layanan infertilitas dapat lebih jelas mengedukasi pasangan pasien IVF agar tidak menghadapi stres, rasa takut gagal, dan kebingungan akibat kurangnya transparansi.

Tag:

Category List

Social Icons