Home / Ekonomi / Negosiasi dengan Amerika Serikat, Pasar Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi

Negosiasi dengan Amerika Serikat, Pasar Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi

negosiasi dengan as pasar ri dinilai tetap terbuka bagi investasi

Negosiasi dengan Amerika Serikat, Pasar Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi

Langkah pemerintah yang memilih jalur negosiasi, bukan balasan, diapresiasi positif oleh pasar global

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Ahli ekonomi dan Pendiri Stocknow.id, Hendra Wardana, mengungkapkan bahwa pasar global merespons positif keputusan pemerintah Indonesia untuk memilih jalur negosiasi daripada balasan dalam menghadapi kebijakan tarif impor dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Menurut Hendra, pilihan untuk bernegosiasi menandakan bahwa Indonesia tetap terbuka untuk investasi internasional dan berkomitmen menjaga stabilitas jangka panjang.

“Keputusan pemerintah untuk bernegosiasi, bukan memberikan balasan, diapresiasi oleh pasar global karena menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap investasi dan menjaga stabilitas jangka panjang,” kata Hendra kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Ia mencatat berbagai strategi negosiasi yang sedang disiapkan oleh pemerintah Indonesia, termasuk melalui pelonggaran aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Selain itu, juga dilakukan evaluasi terhadap larangan terbatas (lartas), serta rencana untuk meningkatkan impor produk pertanian dari AS.

“Pelonggaran aturan TKDN untuk sektor TIK, evaluasi larangan terbatas (lartas), hingga rencana untuk meningkatkan impor produk pertanian dari AS adalah bagian dari strategi negosiasi yang disiapkan pemerintah,” jelas Hendra.

Pemerintah Indonesia kini tengah menyiapkan serangkaian paket negosiasi yang akan dibawa ke pembicaraan untuk menanggapi kebijakan tarif timbal balik oleh AS di Washington D.C.

Beberapa paket negosiasi tersebut antara lain, pertama, Indonesia akan mengajukan pembaruan perjanjian kerjasama perdagangan dan investasi atau Trade & Investment Framework Agreement (TIFA).

Kedua, pemerintah akan menyampaikan proposal deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) melalui pelonggaran tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Dilanjutkan dengan evaluasi terkait pelarangan dan pembatasan barang ekspor maupun impor dari AS.

Ketiga, Indonesia akan menawarkan peningkatan impor dan investasi dari AS melalui pembelian minyak dan gas (migas).

Keempat, pemerintah menyiapkan insentif fiskal dan non-fiskal melalui beberapa strategi seperti pengurangan bea masuk, PPh impor, atau PPN impor untuk mendorong impor dari AS serta menjaga daya saing ekspor ke AS.

Saat ini, diplomat Indonesia telah berkomunikasi dengan U.S Trade Representative (USTR), di mana USTR menantikan proposal konkret dari Indonesia.

Tag:

Category List

Social Icons