Home / Berita / Jakarta Menempati Posisi Ketiga dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Jakarta Menempati Posisi Ketiga dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

pakai masker kualitas udara jakarta terburuk ketiga di dunia

Jakarta Menempati Posisi Ketiga dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Pada Selasa pagi, kualitas udara di Jakarta diklasifikasikan sebagai tidak sehat dan menjadi kota ketiga dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan informasi dari situs pemantauan kualitas udara IQAir pada pukul 05.56 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai 164, yang berarti tidak sehat dengan polusi udara PM 2.5 mencapai konsentrasi 74 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara tidak sehat bagi kelompok yang sensitif, karena bisa berdampak buruk bagi manusia maupun hewan yang sensitif, serta dapat menyebabkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.

Situs ini juga memberikan rekomendasi terkait kondisi udara di Jakarta, menyarankan masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika harus berada di luar, disarankan memakai masker, dan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang tercemar.

Kategori baik berarti tingkat kualitas udara tidak memberi efek negatif bagi kesehatan manusia atau hewan, serta tidak mempengaruhi tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika, dengan rentang PM2,5 antara 0-50.

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara yang tidak berdampak pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi dapat mempengaruhi tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika, dengan rentang PM2,5 antara 51-100.

Sementara itu, kategori sangat tidak sehat memiliki rentang PM2,5 antara 200-299, di mana kualitas udara dapat membahayakan kesehatan pada beberapa kelompok populasi. Terakhir, kategori berbahaya (300-500) di mana kualitas udara umumnya dapat menyebabkan risiko kesehatan serius pada populasi.

Kota dengan kualitas udara terburuk pertama adalah Kinshasa, Kongo-Kinshasa dengan angka 208, diikuti oleh Santiago de Chile, Cile dengan angka 170, Toronto, Kanada di posisi keempat dengan angka 156, dan Al-Manamah, Bahrain di posisi kelima dengan angka 154.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantauan kualitas udara terintegrasi yang didukung oleh 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah metropolitan ini.

Data dari SPKU tersebut kemudian ditampilkan melalui platform pemantauan kualitas udara, yang dirancang untuk meningkatkan sistem yang sudah ada dan sesuai dengan standar nasional.

Halaman ini juga menyediakan data dari 31 SPKU di Jakarta, yang mengintegrasikan informasi dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.

Tag:

Category List

Social Icons