Bangkok (BERITA HARIAN ONLINE) – Dewan Perwakilan Rakyat Thailand memperpanjang debat mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra hingga Selasa (25/3) tengah malam.
Debat ini dimulai pada Senin pagi dan berlangsung sepanjang hari hingga larut malam.
Saluran televisi parlemen Thailand, Thai PBS, dan The Reporters menayangkan debat ini secara langsung dari gedung parlemen di Bangkok.
Awalnya, debat dijadwalkan berlangsung dari Senin pukul 08.00 waktu setempat (01.00 GMT) hingga Selasa pukul 05.30.
Namun, karena belum semua topik dalam agenda dapat dibahas dalam waktu yang ditentukan, parlemen memutuskan untuk melanjutkan sesi debat pada Selasa pukul 08.00 dan menyelesaikannya pada tengah malam.
“Dengan menyelesaikan debat pada Selasa tengah malam, kita masih bisa menggelar pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap perdana menteri pada Rabu pagi sesuai jadwal,” kata Wakil Ketua DPR pertama, Pichet Chuamuangphan.
Pada Selasa, debat akan berfokus pada isu-isu ekonomi, termasuk program pengembangan pariwisata yang diusung perdana menteri, serta kualitas pribadinya. Oposisi menuduh Paetongtarn Shinawatra tidak memiliki kompetensi dalam bidang ekonomi dan hukum.
Mereka juga mengeklaim bahwa politikus berusia 38 tahun itu telah “membantu partainya menipu rakyat” bahkan sebelum menjabat sebagai perdana menteri, merujuk pada kasus ayahnya, mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang “menjalani hukumannya di rumah sakit kepolisian pusat alih-alih di penjara.”
Thaksin Shinawatra kembali ke Thailand pada 2023 setelah 17 tahun hidup dalam pengasingan. Ia meninggalkan negara itu setelah kudeta militer yang menggulingkan pemerintahannya pada 2006.
Setelah kudeta, ia didakwa atas kasus korupsi dan dijatuhi hukuman penjara secara in absentia.
Setibanya di Thailand, Thaksin dihadapkan ke pengadilan dan dijatuhi hukuman total delapan tahun penjara, yang kemudian dikurangi menjadi satu tahun melalui grasi kerajaan.
Pada hari yang sama, ia langsung dirawat di rumah sakit penjara sebelum dipindahkan ke rumah sakit kepolisian pusat, di mana ia menghabiskan enam bulan sebelum akhirnya dibebaskan dengan status pembebasan bersyarat pada Agustus 2024.
Banyak pengamat politik di Thailand menilai peluang oposisi untuk memaksa Paetongtarn Shinawatra mundur sangat kecil, mengingat koalisi pemerintah yang dipimpin perdana menteri menguasai mayoritas parlemen.
Mereka berpendapat bahwa tujuan utama oposisi dalam debat ini adalah menarik perhatian publik terhadap tuduhan yang mereka ajukan terhadap kepala pemerintahan melalui siaran langsung dari ruang sidang parlemen.
Sumber: Sputnik-OANA









