Home / Berita / PBNU Tegaskan Tidak Pernah Terima Dana dari Perusahaan Pertambangan

PBNU Tegaskan Tidak Pernah Terima Dana dari Perusahaan Pertambangan

pbnu sebut tak pernah terima aliran dana dari perusahaan tambang

PBNU Tegaskan Tidak Pernah Terima Dana dari Perusahaan Pertambangan

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gudfan Arif, memberikan klarifikasi atas tuduhan adanya aliran dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat ke PBNU. Ia menegaskan bahwa tidak ada dana yang diterima oleh PBNU.

“Itu adalah tuduhan yang sangat tidak berdasar. Kami dapat membuktikan dengan data bahwa kami tidak pernah menerima aliran dana dari perusahaan tambang mana pun,” ujar Gudfan di Jakarta, Jumat.

Gudfan menjelaskan bahwa posisi Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, sebagai komisaris di PT Gag Nikel adalah atas nama pribadi. Menurutnya, NU tidak pernah menempatkan pengurusnya di perusahaan, baik milik pemerintah maupun swasta.

PT Gag, lanjut Gudfan, bukanlah milik PBNU. Perusahaan tersebut adalah salah satu anak perusahaan BUMN PT ANTAM.

“Kebetulan salah satu komisarisnya adalah warga NU, namun hal itu tidak memiliki kaitan dengan PBNU,” jelasnya.

Tuduhan bahwa PBNU menerima dana dari PT Gag Nikel muncul dari akun TikTok @tanpadusta. Akun tersebut menyebutkan bahwa PBNU memperoleh dana dari Ananda Tohpati, yang dikenal di kalangan tertentu dengan nama Andes “Kancil”.

Akun tersebut juga mengklaim bahwa Ananda adalah anak dari mantan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya. Dikatakan bahwa Ananda bertanggung jawab atas pengamanan dan pengawasan operasi dari lima perusahaan di Raja Ampat.

Sebagai imbalan pengawasan tersebut, menurut akun itu, Ananda mengumpulkan donasi sebesar Rp55 miliar per bulan dari setiap perusahaan atau total Rp275 miliar per bulan (Rp3,3 triliun per tahun).

Dana tersebut, menurut akun itu, disalurkan ke berbagai jaringan, termasuk PBNU melalui Ketua PBNU, Gus Fahrur.

Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, menyangkal tuduhan ini. “Ini adalah fitnah. Tidak ada dana yang disalurkan ke PBNU. Saya jamin 1.000 persen ini adalah hoaks,” kata Gus Fahrur ketika dimintai konfirmasi.

Gus Fahrur juga menyatakan bahwa ia tidak mengenal Ananda Tohpati dan baru pertama kali mendengar nama tersebut.

Gudfan juga menyatakan hal serupa, bahwa pengurus PBNU tidak mengetahui sosok Ananda tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, memberikan tanggapan mengenai keterlibatan Ketua PBNU, Gus Fahrur, sebagai komisaris di PT Gag Nikel di Raja Ampat.

Menurut Gus Yahya, selama ini PBNU tidak terlibat dalam urusan pribadi atau posisi yang dipegang oleh pengurus NU.

“Saya ini Ketua Umum PBNU, juga seorang kiai di pesantren, dan sebagainya. Pak Ulil Absar juga pengurus PBNU, dia juga memiliki warung di rumah. Jadi pengurus PBNU ini memiliki beragam kegiatan, jadi jangan heran jika ada pengurus PBNU yang menjadi pebisnis, dan urusan bisnis mereka bukan urusan PBNU,” katanya di Lobi Gedung PBNU, Kamis.

Gus Yahya menambahkan, selama ini PBNU tidak pernah memberikan rekomendasi kepada pengurusnya untuk menduduki jabatan apa pun di berbagai tingkatan, baik di sektor swasta maupun pemerintahan.

“Anda bisa mencari itu (rekomendasi) di kesekretariatan, tidak ada satu pun surat rekomendasi dari PBNU untuk jabatan apa pun di mana pun,” tegasnya.

Tag:

Category List

Social Icons