Pemkab Badung Menanam Pohon Bodhi di Area Suci
Pohon Bodhi juga memiliki makna filosofis yang dalam, kehadirannya di kompleks pura diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis lokasi suci serta menciptakan suasana yang hijau dan sejuk
Badung (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, telah melaksanakan penanaman pohon Bodhi (Ficus religiosa) sebagai langkah yang menitikberatkan pada upaya menjaga keseimbangan ekologi di area suci.
“Inisiatif ini adalah wujud komitmen kami dalam melestarikan lingkungan dan memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam sebagai bagian dari Tri Hita Karana,” ungkap Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam pernyataan yang diterima di Mangupura, Kamis.
Menurutnya, penanaman pohon Bodhi yang telah dilaksanakan serentak di tiga pura di wilayah Pecatu, Kapal, dan Pelaga, adalah upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kesakralan pura sebagai pusat keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan di dalamnya.
Ia menjelaskan bahwa pohon Bodhi dikenal memberikan keteduhan, menyerap karbon, serta berperan penting dalam konservasi air dan tanah.
“Selain itu, pohon Bodhi juga memiliki makna filosofis yang dalam, yang kehadirannya di lingkungan pura diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis area suci serta menciptakan ruang yang asri dan menyejukkan,” tambahnya.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kawasan suci di Badung tidak hanya dijaga dari segi religius, tetapi juga dilestarikan secara ekologis. Oleh karena itu, pihaknya memilih Pura Wimukti, Pura Sada, dan Pura Penataran Agung Pucak Mangu sebagai lokasi penanaman pohon Bodhi, dimulai dengan persembahyangan untuk menghormati kekuatan alam semesta.
“Kami berharap pohon-pohon yang ditanam akan tumbuh menjadi simbol keteduhan dan perlindungan yang berkelanjutan bagi pemerintah dan masyarakat,” tutupnya.








