Pemerintah Kota Batam Jadikan Mancing Ngarong Sebagai Agenda Wisata Tahunan
Batam (BERITA HARIAN ONLINE) – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, telah menetapkan lomba Mancing Ngarong di Kampung Teluk Mata Ikan, Nongsa sebagai bagian dari kalender acara kepariwisataan kota tersebut.
Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, memenuhi keinginan masyarakat Teluk Mata Ikan untuk mengangkat tradisi Melayu ini menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
“Saya berharap tahun depan, Mancing Ngarong bisa masuk dalam kalender acara kepariwisataan Batam,” ujar Amsakar di Batam, Minggu.
Amsakar berharap perlombaan Mancing Ngarong ini dapat dikemas secara lebih menarik sehingga mampu mengundang peserta dari luar Kepulauan Riau, bahkan mancanegara, termasuk negara tetangga.
“Jika kita telah berkomitmen seperti itu, maka penyajiannya harus mantap dan tidak biasa lagi. Tahun ini sudah cukup baik, dan tahun depan harus dirancang lebih baik lagi,” tambahnya.
Menurut Amsakar, apabila kegiatan ini sudah masuk dalam kalender acara kepariwisataan Batam namun tetap berskala kecil, maka hanya akan menjadi cerita bagi para wisatawan.
Oleh karena itu, diperlukan pengorganisasian yang baik, dengan melibatkan influencer dan media sosial untuk membangun komunikasi di ruang publik agar partisipasi dalam Mancing Ngarong ini meningkat di seluruh Indonesia hingga ke negara tetangga.
Di Teluk Mata Ikan, Nongsa, selain Mancing Ngarong, terdapat juga tradisi Perahu Jong yang diminati.
“Perahu Jong sudah ada dalam kalender acara. Tinggal Mancing Ngarong yang belum,” katanya.
Amsakar mengingatkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam untuk mempersiapkan Mancing Ngarong agar dapat dimasukkan dalam kalender pariwisata Kota Batam.
“Bagaimana Mancing Ngarong dapat dijadikan sebagai kalender acara kepariwisataan,” kata Amsakar.
Masyarakat Teluk Mata Ikan kembali mengadakan lomba Mancing Ngarong yang bekerja sama dengan Lanud Hang Nadim, didukung oleh Pemerintah Kota Batam.
Perlombaan Mancing Ngarong ini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan, dengan 130 peserta yang terlibat, terdiri dari peserta laki-laki dan perempuan.
Dalam kompetisi ini, peserta memancing ikan di pesisir, berjalan kaki sejauh 1 km dari garis pantai menuju laut. Selama dua jam, mereka memancing menggunakan joran (alat pancing terbuat dari bambu sepanjang 3-4 meter) dengan umpan cacing laut.
Pemenang lomba adalah peserta yang berhasil menangkap ikan dalam jumlah banyak dan memiliki ukuran besar.







