Pemprov Sulawesi Tenggara Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Konawe Utara
Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan kepada para korban banjir di Desa Sambandete, Kabupaten Konawe Utara, provinsi setempat.
Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan kepedulian pemerintah terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut melalui koordinasi lintas instansi. Bantuan darurat disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
Kondisi di wilayah tersebut sangat membutuhkan perhatian dengan segera. Oleh karena itu, dari hasil peninjauan ini akan dilakukan sejumlah langkah tindak lanjut, selain desakan untuk pembangunan fisik kembali, juga penanganan psikis dan sosial bagi masyarakat terdampak banjir, kata Asrun Lio.
Penyampaian Bantuan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara, Muhammad Yusup, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas laporan dari Dinas Sosial Kabupaten Konawe Utara terkait menipisnya stok bantuan logistik di lokasi pengungsian.
Berdasarkan laporan dari Wakil Bupati Konawe Utara, banjir berdampak pada sedikitnya 110 kepala keluarga atau sekitar 457 jiwa di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, ucap Muhammad Yusup.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Sosial langsung memberikan dukungan tambahan berupa logistik, perlengkapan keluarga, serta kebutuhan dasar lainnya untuk masyarakat terdampak.
Langkah Darurat
Pemerintah Kabupaten Konawe Utara sebelumnya juga mengambil langkah-langkah darurat. Salah satunya dengan menyediakan perahu rakit atau pincara yang digunakan secara gratis oleh warga untuk mendukung distribusi bantuan dan aktivitas penyeberangan.
Pemerintah daerah juga menetapkan tarif resmi bagi kendaraan yang harus menyeberang, yakni Rp300.000 untuk mobil dan Rp50.000 untuk sepeda motor, guna menjaga ketertiban dan kelancaran proses evakuasi dan bantuan.
Penanganan darurat di lokasi bencana juga mencakup penyediaan tenda bencana dan tenda keluarga untuk menampung warga yang mengungsi.
Sementara itu, dari Kecamatan Oheo disampaikan permohonan tambahan berupa bantuan perahu karet dan pembangunan jembatan layang sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan aksesibilitas yang selalu terganggu saat musim hujan ekstrem.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga terus memantau perkembangan situasi dan siap menyalurkan bantuan lanjutan jika kondisi belum membaik dalam waktu dekat.









