Ahli CSIS: Diperlukan Stimulus Pemerintah untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Peneliti dari Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Riandy Laksono, menekankan perlunya Pemerintah memberikan stimulus serta perlindungan sosial kepada pekerja guna meningkatkan konsumsi rumah tangga dalam negeri.
Ia berpendapat bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga saat ini menjadi satu-satunya strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
“Satu-satunya cara adalah dengan membuat bantalan konsumsi lebih nyaman, setidaknya jika pertumbuhan ekonomi melambat, dampaknya tidak terlalu parah, yaitu dengan memberikan stimulus dan perlindungan sosial kepada pekerja,” ujar Riandy dalam diskusi CSIS bertajuk “Mengejar Target 8 persen di Tengah Melambatnya Perekonomian: Setengah Tahun Pemerintahan Prabowo” di Jakarta, Rabu.
Ia memberikan contoh, pemberian stimulus kepada pekerja dapat dilakukan dengan memperpanjang durasi Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) menjadi satu tahun dari enam bulan sebelumnya.
Dengan demikian, Gross Replacement Rate (tingkat penggantian pensiun bruto) atau manfaat tunai dapat meningkat.
“Misalnya melalui JKP yang dibuat lebih dermawan, durasinya ditambah tidak hanya enam bulan tetapi satu tahun, memperpanjang periode ketahanan. Gross Replacement Rate atau manfaat tunainya dapat meningkat,” jelas Riandy.
Untuk mendukung program ini, menurutnya, pemerintah perlu menata ulang program-program prioritas di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang saat ini sedang tertekan.









