Home / Olahraga / Peluang Juara dan Ancaman Degradasi di Liga 1

Peluang Juara dan Ancaman Degradasi di Liga 1

potensi tim calon juara dan yang bakal terdegradasi di liga 1

Peluang Juara dan Ancaman Degradasi di Liga 1

Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Liga 1 Indonesia akan memasuki pekan ke-29 pada Kamis (17/4), dengan enam laga tersisa yang dapat menentukan tim yang berpotensi menjadi juara dan tim yang berada dalam bahaya degradasi.

Setelah 28 pertandingan, sembilan tim masih berpotensi secara matematis untuk meraih gelar juara, sementara enam tim belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

Selain itu, terdapat tiga tim yang dipastikan tidak memiliki peluang untuk menjadi juara namun juga aman dari ancaman degradasi, yaitu PSBS Biak, Persita Tangerang, dan Persik Kediri.

Persib Bandung Favorit Kuat

Di antara sembilan tim yang masih berpeluang menjadi juara, Persib Bandung, Dewa United, Persebaya Surabaya, Malut United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Borneo FC, Arema FC, dan Bali United memiliki peluang secara matematis.

Persib Bandung berada di posisi terdepan untuk meraih gelar Liga 1 musim ini sekaligus mempertahankan gelar juara mereka. Dalam enam laga tersisa, tim yang diasuh oleh Bojan Hodak perlu mengumpulkan 11 poin untuk memastikan gelar juara. Mereka dijadwalkan menghadapi Bali United, PSS Sleman, Barito Putera, dan Persis Solo di kandang, serta bertandang ke markas Malut United dan Persita Tangerang.

Saat ini, Persib Bandung mengumpulkan 58 poin dari 28 pertandingan, unggul delapan poin dari Dewa United di posisi kedua, sembilan poin dari Persebaya Surabaya di peringkat ketiga, 12 poin dari Malut United di tempat keempat, serta 14 poin dari Persija Jakarta di posisi kelima.

Dewa United menjadi pesaing terberat Persib Bandung dengan menempati peringkat kedua dengan 50 poin dari 28 pertandingan.

Dewa United harus meraih kemenangan penuh pada enam pertandingan mereka dan berharap Persib Bandung mengalami kekalahan dari lawan-lawannya.

The Banten Warriors dijadwalkan akan menghadapi Malut United, Persita Tangerang, dan PSBS Biak di kandang, serta bertandang ke PSS Sleman, Barito Putera, dan Persis Solo.

Persebaya Surabaya, yang berada di peringkat ketiga, juga menjadi pesaing kuat bagi Persib Bandung dengan 49 poin dari 28 laga. Mirip dengan The Banten Warriors, Persebaya harus menang dalam enam pertandingan tersisa, sambil berharap Persib Bandung dan Dewa United mengalami hasil buruk.

Persebaya dijadwalkan menjamu Madura United, Semen Padang, dan Bali United, serta bertandang ke Arema FC, Persik Kediri, dan Borneo FC.

Meski ada enam tim lain yang secara matematis masih berpeluang meraih gelar juara, namun persaingan ketat diprediksi terjadi antara Persib Bandung, Dewa United, dan Persebaya Surabaya, yang menjadi tiga tim teratas sejauh ini.

Perebutan Tiket Kompetisi Asia

Kompetisi Liga 1 Indonesia menyediakan dua tempat untuk berlaga di kompetisi Asia, yakni AFC Champions League II dan AFC Challenge League untuk musim 2025/26.

Sejatinya, tiket untuk kompetisi Asia ini diberikan kepada juara Liga 1 dan Piala Indonesia, tetapi karena Piala Indonesia tidak digelar musim ini, satu tempat diberikan kepada peringkat kedua Liga 1.

Untuk kompetisi Asia 2025/26, juara Liga 1 Indonesia akan mendapatkan tempat di kualifikasi AFC Champions League II, sementara peringkat kedua akan tampil di kualifikasi AFC Challenge League.

Namun, perwakilan Indonesia bisa langsung masuk ke babak grup jika ada negara lain yang gagal dalam verifikasi.

Musim ini, Persib Bandung dan Madura United langsung masuk fase grup kompetisi Asia karena klub Korea Utara gagal lolos verifikasi AFC.

Sebanyak 12 klub masih berpeluang secara matematis untuk finis di posisi dua besar, yaitu Persib Bandung, Dewa United, Persebaya Surabaya, Malut United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Borneo FC, Arema FC, Bali United, PSBS Biak, Persita Tangerang, dan Persik Kediri.

Persib Bandung hampir pasti mengamankan satu tempat di dua besar, sementara satu slot tersisa diperebutkan oleh tim dari peringkat sembilan ke atas.

Perebutan posisi dua besar di akhir kompetisi bersifat dinamis, namun kepastian klub tampil di kompetisi Asia masih bergantung pada hasil verifikasi AFC, apakah klub tersebut layak untuk tampil di kompetisi Asia.

Hingga pertengahan tahun 2024, hanya sembilan klub yang mendapatkan lisensi AFC yaitu Bali United, Borneo FC, Madura United, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSIS Semarang, Persik Kediri, dan Rans Nusantara FC.

Persaingan di Zona Degradasi

Selain perebutan gelar juara dan tiket Asia, Liga 1 Indonesia musim ini juga menyajikan persaingan ketat antar tim untuk menghindari degradasi.

Ada enam tim yang masih terancam degradasi yaitu Barito Putera, Madura United, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman.

Barito Putera berada di peringkat 13 dengan 29 poin dari 28 pertandingan, unggul empat poin dari zona degradasi.

Madura United berada di posisi 14 dengan 27 poin dari 27 laga, unggul dua poin dari zona degradasi, dan Persis Solo di posisi ke-15 dengan 26 poin dari 28 laga, berjarak satu poin dari zona degradasi.

Di zona degradasi, PSIS Semarang di peringkat ke-16 dengan 25 poin, lalu Semen Padang di tempat 17 dengan 22 poin, dan PSS Sleman di posisi terakhir dengan 22 poin.

Dalam enam pekan tersisa, enam tim tersebut masih memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi jika mampu meningkatkan performa dan meraih hasil positif.

Barito Putera dapat aman jika mampu meraih 15 poin, Madura United memerlukan 16 poin, dan Persis butuh 17 poin, tanpa bergantung pada hasil tim lain.

Sementara itu, tiga tim terbawah yakni PSIS Semarang, Semen Padang, dan PSS Sleman harus memenangkan semua pertandingan tersisa untuk keluar dari zona degradasi, namun nasib mereka masih bergantung pada hasil pertandingan tim lainnya.

Tag:

Category List

Social Icons