Pramono Akan Manfaatkan Dana KLB untuk Taman dengan Transparansi
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB) akan dialokasikan untuk penataan taman yang akan beroperasi selama 24 jam dengan transparansi penuh.
“Terkait dengan KLB, saya menginginkan semuanya transparan dan terbuka. Semua administrasi dan pemerintahan Jakarta harus lebih terbuka,” ujar Pramono di Jakarta, Senin.
Pramono juga menyampaikan bahwa penggunaan KLB untuk program pengelolaan taman 24 jam akan dilakukan dengan cepat. Penggunaan KLB ini sepenuhnya ditujukan untuk warga Jakarta.
“Dengan demikian, segala proses KLB atau SLF (sertifikat laik fungsi) yang lambat akan saya percepat. Jumlah apapun yang dihitung dari KLB akan sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat,” tambah Pramono.
Sebelumnya, Pramono menyatakan akan membuka beberapa taman di Jakarta selama 24 jam.
Anggaran pengelolaan taman ini tidak bersumber dari APBD, melainkan menggunakan dana koefisien lantai bangunan (KLB) dari pihak swasta, seperti yang dilakukan pada era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Pembangunan dengan memanfaatkan denda atau kompensasi KLB pertama kali diperkenalkan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Beberapa taman yang akan dibuka 24 jam antara lain Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pramono menyebutkan keputusan untuk membuka taman selama 24 jam ini sejalan dengan rencana menjadikan kawasan Blok M sebagai pusat ibu kota ASEAN.
Penataan yang akan dilakukan meliputi perapian area parkir dan renovasi toilet. Selain itu, Pemprov DKI juga akan menambahkan fasilitas jogging track di taman-taman tersebut.









