Presiden Menginstruksikan Airlangga untuk Bernegosiasi Optimal Demi Kepentingan Indonesia
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kepada tim negosiasi tarif agar melakukan negosiasi secara optimal dengan Amerika Serikat (AS) demi kepentingan bangsa.
“Arahan dari Presiden adalah untuk bernegosiasi sebaik mungkin demi kepentingan nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa.
Menko Airlangga akan memimpin tim negosiasi yang melibatkan dua menteri lainnya, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri Sugiono, untuk membahas tarif resiprokal yang diterapkan oleh Pemerintah AS terhadap Indonesia. Diskusi tersebut direncanakan berlangsung di Washington D.C., AS, mulai 16 hingga 23 April 2025.
Airlangga menjelaskan bahwa Menlu Sugiono telah lebih dulu tiba di AS dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga akan berangkat ke AS, selain untuk ikut bernegosiasi dengan Pemerintah AS mengenai tarif, juga untuk menghadiri Rapat Musim Semi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., pada 21 hingga 26 April.
Airlangga dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan pada Senin (14/4) malam telah mengadakan rapat melalui konferensi video dengan Menteri Perdagangan AS Howard W. Lutnick. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DEN Mari Elka Pangestu.
“Pak Luhut sudah berdiskusi dengan Menteri Perdagangan AS, dan kami akan melanjutkannya di Washington,” kata Airlangga.
Airlangga menyampaikan bahwa dalam pertemuan online Senin malam dengan Lutnick, kedua pihak membicarakan isu-isu global, yang akan dibahas lebih mendetail ketika delegasi Pemerintah AS dan tim negosiasi dari Pemerintah RI bertemu tatap muka di Washington.
“Kami akan berdiskusi dengan beberapa pihak, termasuk dengan USTR (Kantor Perwakilan Dagang AS), dengan menteri keuangan AS, serta akan bertemu dengan asosiasi-asosiasi yang sependapat dengan Indonesia, seperti US-ASEAN, USINDO, dan berbagai asosiasi bisnis di Washington,” ungkap Menko Airlangga saat jumpa pers di Istana Kepresidenan.
Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025 mengumumkan kebijakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara, termasuk Indonesia, yang berlaku efektif tiga hari setelah pengumuman.
Kebijakan Trump tersebut diterapkan secara bertahap, dimulai dengan pengenaan tarif umum 10 persen untuk semua negara sejak tanggal 5 April 2025, kemudian tarif resiprokal untuk beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai berlaku pada 9 April 2025 pukul 00.01 EDT (11.01 WIB).
Dengan kebijakan terbaru AS ini, Indonesia terkena tarif resiprokal sebesar 32 persen, sementara negara-negara ASEAN lainnya, seperti Filipina 17 persen, Singapura 10 persen, Malaysia 24 persen, Kamboja 49 persen, Thailand 36 persen, dan Vietnam 46 persen.
Namun, Presiden Trump pada 9 April 2025 mengumumkan penangguhan selama 90 hari untuk penerapan tarif impor resiprokal tersebut kepada sebagian besar negara, kecuali China. Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang mendapatkan penangguhan selama 3 bulan penuh itu.








