PSSI Jelaskan Ketidakhadiran Elkan dan Ragnar Melawan China serta Jepang
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menjelaskan alasan tidak dipanggilnya Elkan Baggott dan Ragnar Oratmangoen untuk bergabung dengan Timnas Indonesia dalam pertandingan melawan China dan Jepang.
Sejak pertandingan melawan Filipina di Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada 21 November 2023, yang masih di bawah kepelatihan Shin Tae-yong, Elkan Baggott belum kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Namun, setelah transisi pelatih ke Patrick Kluivert, namanya tidak tercantum dalam daftar pemain.
“Kami telah bertanya kepada Elkan Baggott, dan dia menyatakan ingin fokus pada klubnya. Jadi, kami serahkan keputusan sepenuhnya kepada Elkan sebagai pemain,” kata Arya dalam pernyataan resmi pada hari Senin.
Elkan Baggott dilaporkan sudah berada di Bali beberapa hari yang lalu. Pulau Dewata menjadi lokasi pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia yang dimulai pada 25 Mei 2025.
Masa peminjaman Baggott di Blackpool FC pada divisi ketiga Liga Inggris musim 2024/2025 telah berakhir. Ia kembali ke Ipswich Town, klub pemiliknya.
“Kami menghormati keputusan Elkan yang memilih fokus pada klubnya, meskipun mungkin sedang dalam masa libur. Kami tetap memberikan keleluasaan untuknya fokus di sana,” tambahnya.
Di sisi lain, Ragnar Oratmangoen tidak bisa bergabung karena sedang sakit dan dalam proses penyembuhan.
“Oratmangoen memberi tahu kami bahwa dia sedang sakit dan harus menjalani proses penyembuhan, karena kesehatan sangat penting,” jelas Arya.
Arya menegaskan bahwa PSSI akan memberikan dukungan penuh bagi penyembuhan Oratmangoen.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan Ragnar. Terakhir, ia bermain untuk Dender ketika kalah 1-2 di kandang KV Mechelen dalam lanjutan Liga Belgia pada 16 Maret 2025.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga pada bulan Juni.
Indonesia akan lebih dulu menghadapi China di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 5 Juni mendatang sebelum bertandang ke Jepang lima hari setelahnya.








