Home / Kesehatan / Kurangnya Edukasi dan Regulasi Optimal Picu Kasus Sakit Ginjal

Kurangnya Edukasi dan Regulasi Optimal Picu Kasus Sakit Ginjal

rendahnya edukasi optimalisasi regulasi picu banyak kasus sakit ginjal

Jakarta – Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso I Wayan Nariata mengungkapkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat dan minimnya optimalisasi regulasi menjadi penyebab utama banyaknya kasus sakit ginjal di Indonesia. Menurut Wayan, masyarakat kurang mengetahui tentang penyakit ginjal, cara mendeteksinya, dan gejalanya, sehingga mereka datang berobat ketika penyakitnya sudah parah. Oleh karena itu, sebagai pemangku kebijakan, pencegahan penyakit ginjal perlu dimaksimalkan, mulai dari deteksi dini hingga penanganan. Wayan menjelaskan bahwa ada dua jenis faktor pada penyakit gagal ginjal, yaitu yang bisa dimodifikasi dan yang tidak bisa dimodifikasi. Faktor yang bisa dimodifikasi antara lain tekanan darah, hipertensi, dan pola hidup sehat. Sementara itu, gejala penyakit ginjal biasanya baru bergejala ketika sudah parah, namun ada beberapa yang dapat dikenali lebih awal, seperti keluhan pembengkakan, badan lemas, dan pusing. Oleh karena itu, skrining guna mengetahui risiko sakit ginjal sebelum ada gejala klinis sangat penting. Skrining tersebut dapat dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan dilakukan setidaknya sekali setiap tahun bagi yang memiliki faktor risiko.

Tag:

Category List

Social Icons