Indonesia Merespons Tarif Timbal Balik AS dengan Negosiasi yang Setara dan Adil
Jakarta (BERITA HARIAN ONLINE) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan menanggapi kondisi perang dagang atau penerapan tarif timbal balik oleh Amerika Serikat (AS) dengan mengutus perwakilan untuk melakukan negosiasi yang setara dan adil.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pembahasan terkait perkembangan geopolitik global serta prospek masa depan Indonesia di tengah situasi tersebut, yang merupakan bagian dari kunjungan kerjanya saat melakukan panen raya di Majalengka, Jawa Barat, pada hari Senin.
“Kita akan bernegosiasi dengan semua negara, termasuk membuka dialog dengan Amerika. Kami ingin menyampaikan bahwa kita menginginkan hubungan yang baik, adil, dan setara, jadi tidak ada masalah,” ujar Presiden sebagaimana ditayangkan dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.
Prabowo menjelaskan bahwa tarif timbal balik yang diterapkan AS kepada negara-negara lain adalah keputusan yang diambil oleh pemimpin AS untuk mendukung pertumbuhan industri dalam negeri mereka.
Oleh karena itu, Indonesia juga dalam negosiasi yang terkait dengan hal tersebut, akan memberikan prioritas pada langkah serupa, yaitu memastikan kepentingan rakyat Indonesia dapat terakomodasi dengan baik.
Apabila dalam negosiasi ditemukan kesepakatan dan alasan yang masuk akal terkait penerapan tarif timbal balik, Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan menghormati keputusan tersebut.
“Pemimpin Amerika memprioritaskan kepentingan rakyat mereka, kami juga memikirkan kepentingan rakyat kita. Tidak perlu ada perasaan kecewa atau kuatir, kita percaya pada kemampuan kita sendiri,” ungkap Prabowo.
Menurut Presiden, masa depan Indonesia masih cerah dan menjanjikan, dan jika ada tantangan, harus dihadapi bersama, termasuk menghadapi perubahan geopolitik global yang dinamis.
Dengan penuh optimisme, Presiden yakin bahwa masyarakat Indonesia dapat mengatasi setiap tantangan dan bangkit menjadi bangsa yang maju.
“Jika ada tantangan, kita hadapi dengan berani, dengan ketegaran, mungkin ada saat-saat kita jatuh, tapi kita akan bangkit dengan baik,” tambah Presiden.
Sebelumnya, pada Rabu (2/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif setidaknya 10 persen kepada banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk barang-barang yang masuk ke AS.
Indonesia berada di peringkat kedelapan dalam daftar negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Sekitar 60 negara akan dikenai tarif balasan setengah dari tarif yang mereka terapkan terhadap AS.
Trump menyatakan bahwa tarif balasan tersebut bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.
Dia dan pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa AS telah “dirugikan” oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.









